Satu macam obat tidak menolongi, sering dipergunakan kombinasi dari suatu sulfonylurea dan biguanide

Terkenal adalah kombinasi Chlorpropamide dan Phenformin, yaitu preparat Duobetic (kapsul yang mengandung 100 mgr Chlorpropamide dan 30 mgr Phenformin). Juga agak sering dipergunakan suatu short-acting Sulfonylurea dengan suatu long-acting Sulfonylurea. Umpamanya kombinasi Tolbutamide dengan Chlorpropamide (Rastinon + Diabenese) atau Tolbutamide + Glibenclamide (Rastinon + Daonil). Pada penggunaan Insulin sipenderita bisa mendapat hipoglikemi.

Oral antidiabetika dapat juga menyebabkan hipoglikemi, temtama Chlorpropamide jika dipakai dalam frekwensi lebih dari 1 X sehari. Oleh karena kemungkinan timbulnya hipoglikemi pada penderita D.M. selalu ada maka klinis haruslah kita bisa membedakan antara koma hipoglikemi dan koma diabetikum. Tiap-tiap diabetiker seharusnya selalu membawa gula di kantongnya. Jika ia merasa bahwa suatu hipoglikemi akan datang (Insulin shock) maka gula ini harus dimakan dengan cepat. .Iika dibawa pada kita seorang dalarn koma hipoglikemi, maka terapi yang terbaik adalah penyuntikan glukosa hipertonik ke dalam vena (20 cc dari 20-40-50%). Jika penderita sudah agak lama menderita Insulin shock, maka terapi tersebut diteruskan dengan infus glukosa isotonik (5%), dengan maksud untuk menghindarkan kernbalinya koma hipoglikemi.

Terapi Koma Diabetikum:

Yang menjadi dasar pengobatan adalah keadaan sipenderita yang berada dalam keadaan hiperglikemi, ketoasidosis, dehidrasi dan mungkin pula menderita kollaps dari sirkulasi perifer. Pengobatan koma diabetikum adalah sangat individuil dan kita harus memperhitungkan faktor-faktor umur, keadaan vaskuler, ada atau tidak adanya infeksi dan ringan-beratnya asidosis.

Pada pokoknya prinsip-prinsip terapi adalah sebagai berikut:

  1. pemberian Insulin yang cukup dan secepat mungkin
  2. pemberian elektrolit elektrolit dan cairan par enteral untuk mengatasi asidosis, dehidrasi dan shock
  3. pemberian antibiotika terhadap infeksi
  4. mencegah inspirasi dari muntah-muntah
  5. memtteri cairan per oral secepat mungkin

Supaya dapat menentukan keadaan yang sebenarnya dari sipenderita maka kita periksa darah atas kadar bikarbonas, gula dan ureum, sedangkan urin diperiksa atas gula dan zat-zat keton. Tindakan pertama yang dilakukan adalah penyuntikan regular Insulin i.v. atau i.m. sebanyak 40 U dan kemudian dipasang infus glukosa isotonik dengan di dalam botol regular Insulin sebanyak 40 U. Sebaiknya jika glukosa ini adalah hancuran isotonik dalam larutan garam fisiologik. Baca informasi lengkap mengenai obat untuk diabetes yang ampuh dan aman hanya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *