Pada obesitas yang berlebih itu adalah konsumsi enersi total

Relatif terhadap penggunaan enersi tersebut tingkat kesehatan gizi sebagai hasil konsumsi defisien, juga ada dibawah orang sehat. Terjadi gejala-gejala penyakit defisiensi gizi. Berat badan akan lebih rendah dari berat badan ideal dan penyediain zat-zat gizi bagijaringan tidak mencukupi, sehingga akan menghambat fungsi jaringan tersebut. Tempat penimbunan zat gizi menjadi koiong. Bila berat badan lebih rendah dari 85% berat badan ideal, sudah termasuk berat badan yang kurang. Reaksi-reaksi metabolik menjadi terhambat dan mengalami perubahan abnormal, sehingga tergadi perubahan pula dalam susunan biokimiawi jaringan.

Penyakit-penyakit Gizi

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gizi, dapat dibagi dalam beberapa golongan:

a. Penyakit gizi lebih (obesitas)

b. Penyakit gizi kurang (malnutrition, undernutrition)

c. Penyakit metabolik bawaan (inborn erros of metabolism)

d. Penyakit keracunan makanan (food intoxication)

a. Penyakit Gizilebih.

Biasanya penyakit ini bersangkutan dengan kelebihan enersidi dalam hidangan yang dikonsumsi relatif terhadap kebutuhan atau penggunaannya (energiexpenditure). Ada tiga zat makanan penghasil enersi utama, ialah karbohidrat, lemak dan protein. Kelebihan enersi di dalam tubuh, diubah menjadi lemak dan ditimbun pada tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak ini merupakan jaringan yang relatif inaktif, tidak langsung berperan serta dalam kegiatan kerja tubuh . Orang yang kelebihan berat badan, biasanya karena kelebihan jaringan lemak yang tidak aktif tersebut. Ada ahli giziyang membandingkan kelebihan jaringan lemak pada orang yang kegemukan ini sebagai karung beras yang harus dipikul ke mana-mana, tanpa mendapat manfaat dari padanya. lni akan meningkatkan beban kerja dari organ-organ tubuh, terutama kerja jantung.

b. Penyakit Gizikurang dan Gizilebih. Kedua penyakit ini sering dijadikan satu kelompok dan disebut penyakit Gizisalah (malnutrition). Pada penyakit gizisalah, kesalahan pangan terutama terletak dalam ketidak-seimbangan komposisi hidangan. Pada penyakit gizilebih, susunan hidangan mungkin seimbang, tetapi kuantum yang dikonsumsi secara keseluruhan melebihiapa yang diperlukan oleh tubuh. Sebaliknya pada penyakit gizikurang, mungkin susunan hidangan yang dikonsumsijuga masih seimbang, hanya kuantum keseluruhannya tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Penyakit gizi salah di lndonesia yang terbanyak termasuk gizikurang yang mencakup susunan hidangan yang tidak seimbang maupun konsumsi keseluruhannya yang tidak mencukupi kebutuhan badan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *