Epinephrin test dipakai seperti pada glucagon test

Untuk pemeriksaan Diabetes Mellitus secara “bedside” pada waktu ini terdapat di pasaran:

– Untuk pemeriksaan sakar darah:

*Dextrostix : teststrips buatan Ames-Company

– Untuk pemeriksaan redwksi urine:

* Clinitest: dengan tablet

* BM teststrips (Boehringer-Mannheim)

* Labstix (Ames)

*Diastix (Ames)

PROGNOSA

Pada waktu ini Diabetes Mellitus harus kita anggap sebagai suatu penyakit yang menahun yang tidak dapat sembuh, akan tetapi dapat dikontrol dengan baik. Dalam perjalanannya penyakit ini mempunyai tendens progresif, akan tetapi kekecualian juga ada. Kesimpulan adalah bahwa seorang penderita D.M. dalam lanjutan penyakitnya membutuhkan Iebih banyak Insulin daripada waktu permulaan penyakitnya. Tetapi kemungkinan tetap ada bahwa jumlah Insulin yang dibutuhkannya di kemudian hari bisa menjadi kurang (dalam keadaan rernissi). Dalam suatu observasi dari serombongan penderita D.M. yang tidak membutuhkan Insulin temyata bahwa setelah lima tatrun ± 45% dari penderitapenderita ini tetap tidak memerlukan terapi dengan Insulin.

Sejak penemuan Insulin maka prognosa jauh lebih baik, dalam arbi bahwa hidupnya penderita dapat diperpanjang lebih lama dibandingkan dengan zaman pre-Insulin. Sembuhnya D.M. jarang sekali terjadi. Pada penderita-penderita yang gemuk (obesitas) kadang-kadang metabolisme hictrat arang kembali menjadi normal jika gemuk mereka berkurang dan berat badan kembali ke rlormal. Dalam hal ini janganlah kita anggap orangnya sembuh, lebih baik jika dibilang bahwa D.M.-nya menjadi “latent”. Lain halnya dengan D.M. yang sekunder, D.M. ini bisa sembuh jika penyakit yang menjadi sebabnya sembuh. Pada hiperthyroidi gejala-gejata D.M. bisa hilang sama sekali jika hiperthyroidi diberi terapi yang baik. Pada tumor gland.suprarenalis, ump. pada sindroma Cushing, maka Diabetes yang ada (oleh karena pengeluaran banyak zat anti-Insulin) dapat sembuh jika tumor tersebut diekstirpasi.

TERAPI

Pada umumnya tujuan pada pengobatan Diabetes Mellitus adalah sama dengan pengobatan seorang penderita yang mempunyai penyakit kronik, yaitu:

  1. Mengurangkan gejala-gejala
  2. Menginsyafi sipenderita bahwa cara penghidupannya mempunyai batas-batas yang ditentukan oleh penyakitnya.
  3. Menghindari sebanyak mungkin komplikasi-komplikasi dan berkurangnya keadaan umum.

Maksud khusus dari pengobatan adalah agar sipenderita tetap sehat atas dasar metabolisme hidrat arang yang normal dan urinenya tetap bebas dari gula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *