Beberapa Jenis Bahan Dan Kegunaan Kantong Plastik

Bahan dan kegunaan kantong plastik

Kantong plastik sudah populer sejak pertengahan abad ke-19. Ditemukan oleh Alexander Parkes, seorang ahli kimia asal Inggris yang lahir di Birmingham pada 29 Desember 1813. Saat itu kantong plastik dipakai untuk kemasan roti yang tentunya belum ada penggunaan plastik untuk cup sealer ^^,,lawong mesin cup sealernya saja belum ada ^^,hehehe. Kembali ke pembahasan ^^, penggunaan secara masal kantong plastik dimulai sejak tahun 1974 ketika perusahaan retail raksasa di Amerika Serikat seperti Sears, Jordan Marsh, kemudian juga beralih ke tas barang plastic karena omset yang sangat menjanjikan. Kemudian baru pada tahun 1977 tas belanja plastik mulai diperkenalkan dalam dunia industri supermarket sebagai wadah kertas. Ada beberapa jenis plastic sebagai bahan kantong plastik yaitu HDPE (High Density Polyethylene) dan LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene)

Plastik HDPE mempunyai sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi dengan ketebalan 0,015mm sampai dengan 0,150mm. Plastik yang memiliki jenis ini banyak sekali dalam kantong minyak dan kantong plastik yang biasa digunakan untuk mengemas makanan yang berkuah. HDPE adalah salah satu bahan plastik yang baik dan aman untuk digunakan sebab kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Jenis bahan plastik yang memilki warna putih susu atau putih bersih digunakan untuk kantong tissue, botol detergen dan minyak, plastik anti panas, kantong sayur makanan berkuah.
Sedangkan untuk plastik jenis LDPE cenderung meiliki bahan yang fleksibel dengan kekuatan remas yang tinggi. Plstik jenis ini biasanya di Indonesia dikenal dengan nama “kantong kresek”. Fungsi lainnya dari plastik jenis LDPE ini adalah untuk digunakan sebagai pembungkus roti atau biasa juga di jumpai sebagai plastik sampah. Kantong plastik berbahan LDPE dapat dipakai sebagai tempat makanan pada plastik kemasan.

Selanjutnya untuk jenis plastic PP, karakteristiknya adalah transparan, cukup mengkilap, namun tidak jernih atau berawan. Polipropilen (PP) ini memilki daya tahan yang lebih kuat dan memiliki beban yang lebih ringan dengan daya tembus uap yang rendah, serta memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak dan stabil terhadap suhu tinggi. Jenis kantong plastik ini dapat di gunakan pada jenis – jenis makanan kering seperti sebagai sedotan, kantong obat, penutup, cup, tas, botol dan sebagainya.

Sedangkan jenis plastic PE merupakan jenis bahan plastik yang biasanya digunakan sebagi packing minuman seperti es batu, sirup maupun minuman lainnya. Karena plastic jenis ini sangat ramah lingkungan dan tidak memilki efek yang buruk bagi makanan maupun minuman yang dikemas.

Berbagai jenis kantong plastik

Pelajari lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam tentang jenis-jenis plastik hanya di benuamesin.com,  terimakasih telah mampir di jamiecullumfans.com semoga artikel kami di atas dapat memberikan manfaat bagi anda sebagai pembaca ^^

Tips Merawat Kolam Ikan

Bagi mereka yang suka memelihara ikan baik ikan tawar atau ikan air laut, memiliki aquarium atau kolam ikan adalah hal yang wajib walaupun ukuran yang kecil. Sama seperti penghobi hewan ternak lainnya seperti anjing, kucing dll, mereka yang hoby pelihara ikan, hewan hias ini adalah hal yang wajib di rumah.

Kolam atau akuarium dapat menjadi bagian dari eksterior atau interior yang menjadikan rumah tampil lebih menarik dan enak dipandang mata. Apalagi jika pada kolam tersebut terdapat banyak jenis ikan yang membuat rumah semakin terkesan cantik. Namun, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian anda untuk merawat kolam atau akuarium agar bisa tampil lebih menarik.

Pertahankan dari kualitas air yang sempurna dengan cara menjaga pasokan air secara teratur merupakan salah satu cara yang praktis paling umum dalam mempertahankan kolam dan tetap menjaga ekosistemnya menjadi tetap baik. Setiap kolam atau akuarium wajib memiliki filter/ penyaringan berfungsi dengan baik. Oleh karena ini perawatan atau pergantian media filter secara teratur wajib dilakukan minimal 2 bulan sekali tapi jika air sudah kelihatan keruh, air harus diganti dengan segera.

Pertimbangkan banyaknya jumlah ikan dalam sebuah kolam dan kalkulasikan berapa porsi tanaman yang bisa ditambahkan dalam kolam. Sebaiknya hal ini disesuaikan dengan jumlah kapasitas filtrasi kolam. Hitungannya adalah sekitar 5 cm ikan per 30 cm persegi luas dari permukaan kolam. Semakin besar kapasitas kolam semakin baik dengan catatan jumlah ikan tidak terlalu banyak.

Kolam yang memiliki ikan ada baiknya juga diberikan tanaman yang menutup paling tidak setengah dari permukaan kolam. Tanaman ini bisa menjadi tempat persembunyian bagi ikan dari predator dan juga sebagai tempat berteduh. Untuk akuarium indoor hal ini akan menjadi tantangan sendiri karena perlu cahaya matahari, itulah gunanya lampu ultraviolet.

Tips Merawat Kolam Ikan di Rumah

Secara teratur, perhatikan untuk kesehatan dari ikan dengan melihat pada bagian siripnya apakah semua sirip pada posisi tegak dan berpenampilan yang baik. Jika terindikasi oleh adanya infeksi, maka sebaiknya lakukan pemisahan dan beri pengobatan atau dikarantina. Bila perlu tambahkan debit air dalam kolam.

Selama musim panas, lakukan uji kualitas dari air yaitu PH air antara 6,5 hingga 7, dan juga ukur ketinggian air kolam yang gampang menguap. Perhatikan juga saat ganggang mulai muncul karena bisa mengganggu dari ekosistem kolam. Sedangkan untuk musim penghujan, lakukan pembersihan pada kolam secara berkala dengan menggosok sisi-sisi bagian kolam tanpa sabun.

Jangan lupa untuk membersihkan bagian filter dan pompa serta melakukan pemeriksaan pada selang dari kemungkinan terjadinya kebocoran. Hal ini cepat dan simpel dilakukan jangan sampai lupa walaupun hal yang gampang.

Lakukan pemangkasan pada tanaman di bagian pinggir dan kurangi tanaman gulma secara berkala untuk kolam di luar rumah. Untuk akuarium di dalam rumah, Anda dapat melihat media tanaman tersebut jika telah tumbuh tinggi melebihi akuarium, Anda dapat memangkasnya.

Demikianlah tadi beberapa tips merawat kolam atau akuarium di rumah. Semoga dapat memberikan informasi dan menambah wawasan kita untuk mempercantik bagian rumah kita.