Rokok diam-diam melakukan perusakan yang berbahaya, sementara potret obat-obatan dramatis dan menarik bagi konsumen berita

Pertimbaingkan semua uang yang dicurahkan kepada peragenan untuk menghentikan obat-obatan terlarang; semua upaya internasional pemerintah untuk mencari pusat perdagangan obat; dan semua informasi tentang perdagangan obat yang kita dengarkan setiap hari.

Padahal, terdapat 20 kali kematian tiap tahun karena merokok dibandingkan dengan obat. Pemberitaan terhadap kerusakan yang dilakukan tembakau pada kesehatan kita kecil dibandingkan dengan besarnya malapetaka yang diakibatkannya.

Sama halnya, perhatian umum besar-besaran diberikan pada AIDS, sekitar 40.000 kematian per tahun,e yang hanya sembilan persen dari jumlah yang disebabkan oleh rokok. Media berita telah memberikan banyak wawancara pribadi terhadap korban AIDS yang diperlihatkan menderita.

Pernahkah Anda melihat berita mewawancarai seorang perokok yang menderita oleh penyakit fatal yang disebabkan merokok? Seringkali lingkungan perokok yang menderita bahkan tidak mengetahui bahwa rokok yang menyebabkan penyakit itu. Jika orang itu rerjangkit AIDS, barulah pantas dijadikan berita.

Rokok Memperpendek Rentang Hidup

Berapa rentang hidup yang diharapkan dari para perokok? Beberapa orang mungkin berkata, “Saya akan mati karena sesuatu hal; kalau bukan dari merokok, maka itu dari ha1 lain.” Banyak yang tidak menyadari berapa banyak rata-rata hidup perokok diperpendek. Perkiraannya sangat tergantung pada kelompok yang dipelajari dan siapa yang melakukan risetnya. Salah satu statistik yang disayangkan berasal dari U.S Departement of Health and Human Services.

Mereka menyatakan bahwa seperempat atau lebih dari semua perokok mati dini dari penyakit yang disebabkan rokok dengan ratatata kehilangan hidup 21 tahun.10 Gambar 3 lebih iauh menekankan hubungan ini. Betapa tragisnya mati di awal usia 50-an dan dikurangi 15 sampai 20 tahun pensiunan! Saya memikirkan ha1 tersebut baru-baru ini ketika sa- 1ah satu pasien perokok saya meninggal. Ia merokok sepanjang masa dewasanya, namun relatif sehat sampai usia 54 tahun.

Tanpa peringatan, ia menderita strok batang otak yang disebabkan tembakau dan mati beberapa hari sesudahnya. Kalau saja ia tidak merokok, karena tidak terdapat masalah yang jelas dengan genetiknya, faktor risiko, atau kebiasaan Eaya hidup lainnya, kemungkinan ia masih hidup dan baik-baik saja sekarang ini.