Satu macam obat tidak menolongi, sering dipergunakan kombinasi dari suatu sulfonylurea dan biguanide

Terkenal adalah kombinasi Chlorpropamide dan Phenformin, yaitu preparat Duobetic (kapsul yang mengandung 100 mgr Chlorpropamide dan 30 mgr Phenformin). Juga agak sering dipergunakan suatu short-acting Sulfonylurea dengan suatu long-acting Sulfonylurea. Umpamanya kombinasi Tolbutamide dengan Chlorpropamide (Rastinon + Diabenese) atau Tolbutamide + Glibenclamide (Rastinon + Daonil). Pada penggunaan Insulin sipenderita bisa mendapat hipoglikemi.

Oral antidiabetika dapat juga menyebabkan hipoglikemi, temtama Chlorpropamide jika dipakai dalam frekwensi lebih dari 1 X sehari. Oleh karena kemungkinan timbulnya hipoglikemi pada penderita D.M. selalu ada maka klinis haruslah kita bisa membedakan antara koma hipoglikemi dan koma diabetikum. Tiap-tiap diabetiker seharusnya selalu membawa gula di kantongnya. Jika ia merasa bahwa suatu hipoglikemi akan datang (Insulin shock) maka gula ini harus dimakan dengan cepat. .Iika dibawa pada kita seorang dalarn koma hipoglikemi, maka terapi yang terbaik adalah penyuntikan glukosa hipertonik ke dalam vena (20 cc dari 20-40-50%). Jika penderita sudah agak lama menderita Insulin shock, maka terapi tersebut diteruskan dengan infus glukosa isotonik (5%), dengan maksud untuk menghindarkan kernbalinya koma hipoglikemi.

Terapi Koma Diabetikum:

Yang menjadi dasar pengobatan adalah keadaan sipenderita yang berada dalam keadaan hiperglikemi, ketoasidosis, dehidrasi dan mungkin pula menderita kollaps dari sirkulasi perifer. Pengobatan koma diabetikum adalah sangat individuil dan kita harus memperhitungkan faktor-faktor umur, keadaan vaskuler, ada atau tidak adanya infeksi dan ringan-beratnya asidosis.

Pada pokoknya prinsip-prinsip terapi adalah sebagai berikut:

  1. pemberian Insulin yang cukup dan secepat mungkin
  2. pemberian elektrolit elektrolit dan cairan par enteral untuk mengatasi asidosis, dehidrasi dan shock
  3. pemberian antibiotika terhadap infeksi
  4. mencegah inspirasi dari muntah-muntah
  5. memtteri cairan per oral secepat mungkin

Supaya dapat menentukan keadaan yang sebenarnya dari sipenderita maka kita periksa darah atas kadar bikarbonas, gula dan ureum, sedangkan urin diperiksa atas gula dan zat-zat keton. Tindakan pertama yang dilakukan adalah penyuntikan regular Insulin i.v. atau i.m. sebanyak 40 U dan kemudian dipasang infus glukosa isotonik dengan di dalam botol regular Insulin sebanyak 40 U. Sebaiknya jika glukosa ini adalah hancuran isotonik dalam larutan garam fisiologik. Baca informasi lengkap mengenai obat untuk diabetes yang ampuh dan aman hanya di sini.

Oral Antidiabetica dapat dibagi dalam 2 jenis

  1. Gol. Sulfonyl-urea

Dianggap hanya bisa bekerja antidiabetik jika masih ada sel-sel βyang utuh. Akan disebut dahulu nama pharmaceutis :

  1. Tolbunamide : tab. 500 mgr ( Artosin, Orinase, Rastinon).
  2. Tolazamide : tab. 100 – 250 mgr (Tolinase) middle-long-avting
  3. Acetohexamine : tab 250 – 500 mgr (Dymelor, Adiabil).
  4. Chlorpropamide : tab. 100 – 250 mgr, long-acting (Diabinese, Diabex).
  5. Carbutamide : tab. 500 mgr (Invenol, nadisan)
  6. –Butyl-Metanilyl-Urea : tab. 500 mgr ( Sucrida Berna)
  7. Glycyclamide : tab. 200 mgr (Diaboral, Oradian, Tolhexamide)..
  8. Glycodiazine : tab. 500 mgr ( Lycanol)
  9. Glibenclamid : tab. 5 mgr (Daonil, Euglucon) (Long-acting)
  10. Gliclazide : tab. 80 mgr (Diamicron)
  11. Gol. Biguanide-Compound

Dianggap sanggup bekerja anti-diabetik, meskipun semua sel-sel β sudah rusak, kita kenal:

  1. Phenformin (D.B.I.; tab. 25 mgr) (D.B.I – TD .; caps. 50 mgr.)
  2. Buformin : tab. 50 – 100 mgr ( Silubin, D.B.V.W. 37).

3.Metformin tab. 500 mgr  (Glucophage) (juga ada 800 mgr)

Oral antidiabetika berguna sekali pada :

  1. Middle-age onset Diabetes
  2. Penderita-penderita Diab. Mellitus yang gemuk-gemuk.
  3. Penderita-penderita Diab. Mell. yang belum pemah dapatInsulin.
  4. Penderita-penderita Diab. Mell. yang memerlukan Insulin 40 U sehari atau kurang.

Side-effecta yang bisa didapat pada oral anti-diabetica adalah :

– exanthema

– eczema/ dermatitis

Oral antidiabetica yang short-acting harus diberi beberapa kali dalam satu hari, sebelumnya makan. Jika pemberian 4 tablet sehari belum lagi dapat mengkontrol Diabetes maka percumalatr untuk meneruskan perigobatan dengan antidiabetikum tersebut. Oral antidiabetikum yang long-acting boleh diberikan hanya dalam frekwensi 1 X sehari, yaitu pada pagl hari.Pekerjaan dari obat tersebut adalah sedemikian panjangnya (Chlorpropamide sampai 60 jam), sehingga pemberian lebih dari 1 X sehari menyebabkan akumulasi dan bisa menyebabkan hipoglikemi. Diabinese diberi satu kali pada pagi hari dengan jumlah maksimal 500 mgr (2 tab.), sedangkan Daonil atau Euglucon dapat diberi maksimal sebanyak 3 tablet, akan tetapi dengan pemberian 2 tab. pagi dan 1 tablet lagi pada malam hari. Sekiranya dosis sedemikian banyak tidak menolong maka kita harus mengganti oral antidiabetika ini dengan Insulin.

Antidiabetika: diberi pula di samping diet jika perlu

Yang kita kenal di waktu sekarang adalah dua jenis

  1. Insulin B
  2. OraI Antidiabetika

Ad. A. Insulin terdapat dalam beberapa jenis hancuran dengan maksud supaya pekerjaan maksimumnya dan lamanya dapat diatur.

Yang kita kenal pada waktu sekarang adalah:

  1. Short-acting Insulin

Ini adalah regular crystalline Insulin. Kerja maksimum setelah ± 4 jam dan lamanya ± 10 jam. (1 cc mengandung 40 U Insulin).

  1. Long-acting

Insulin Kerja maksimalnya setelah ± 14 jam dan lamanya bekerja  sampai ± 48 jam. Kita kenal 2 jenis:

– Protamine Zink Insulin (P.Z.I.)

– Ultra Lente Insulin.

N.B. Sering pula regular Insulin dicampur dengan p.Z.I. dengan maksud supaya regurar Insulin bekerja sebagai Insurin shortacting yang mendahului pekerjaan P.Z.l., akan tetapi hasil yang diharapkan sering tidak tercapai oleh karena, sebagian dari reg. Insulin menjadi p.Z.l.

III. Intermediate Insulin

Kerja maksimal setelatr t 10 jam dan bisa bekerja selama ± 30 jam. Kita kenal beberapa jenis:

– Isophane Insulin Injection (N.p.H. = Neutral protamine – Hagedorn)

– Lente Insulin (N.N.O.)

– Globin Zink Insulin

– Semi-Lente Insulin.

Pada umumnya kita mulai pengobatan regular Insulin pada Diab. Mell. (Juvenile onset dan middre age onset tanpa komplikasi) dalam dosis .3 x 8 u yang disuntikkan vz jam sebelum makan. Jika pada kontrol kemudian temyata bahwa jumlatr ini masih kurang maka dosis dinaikkan dengan 4 U per tiap suntikan. Regular Insulin hqrus kita pergunakan jika ada komplikasi-komplikasi yang membutuhkan kontrol Diabetes secepat mungkin dan sebaik mungkin, umpamanya pada:

– Koma Diabetikum

– Tuberculosis Pulmonum aktif

– Retinopathia diabetica – iriditis diabetica

– Flegmon, gangren

Jika kemudian regular Insulin dapat diganti dengan P.Z.I.malia sebagai pedoman kita ambil jumlah kesatuan P.Z.I. 2/3 dari jumlah regular Insulin yang diberikan dalam satu hari. Klik disini dan temukan informasi mengenai pengobatan alami diabetes melitus yang efektif hanya di sini.

Pemberian Diet tergantung dari kalori yang dibutuhkan penderita

Dalam mengatur diet dan sebagai dasar dari ini kita harus menetapkan terlebih dahulu berapa kalori yang dibutuhkan oleh sipenderita dalam satu hari. Ini tergantung dari beberapa faktor:

1). Berat badan sekarang

2). Berat badan yang ideal (tinggi badan dan berat/ringan kerangka)

3). Pekerjaan fisik yang dilakukan setiap hari.

gerat badan yang ideal kita perhitungkan dari tinggi badan dan penilaian struktur tulang-tulang (berat atau ringan).Dari berat badan yang ideal dan pekedaan fisik yang harus dilakukan sipenderita setiap harinya maka pada umumnya dapat kita perkirakan banyaknya kalori yang dibutuhkan untuk memelihara berat badan yang ideal. Diperkirakan bahwa seseorang daram keadaan basar membutuhkan 25-30 kalori per kg BB sehari. untuk memelihara BB yang ideal dibutuhkan sekian kalori lagi yang diperlukan untuk pekerjaan sehari-hari. Banyaknya tambahan kalori ini tergant,ng dari jenis pekerjaan yang dilakukan setiap hari. umpamanya tambahan kalori ini tidak sebegitu banyak pada pegawai kantor dibandingkan dengan seorang petani. Pada penderita yang gemuk-gemuk jumrah kalori dikurangkan supaya BB-nya turun.

Ini tidak boleh terjadi dengan cepat mengingat bahaya akan timbulnya ketosis dan asidosis jika terlalu sedikit zat hidrat arang diberikan. Pada penderita-pendrita yang kurus jumlah kalori ini ditambatr bersamaan dengan penyuntikan Insulin. Maksud adalah supaya berat badan bertambah dan orangnya mencapai berat badan yang ideal. zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kalori adatah zat-zat hidrat arang, zat protein dan zat lemak.

  1. Zat hidrat arang:

Yang diberikan 2-3 gr per kg BB dengan minimum 100 gr sehari. Kita tidak boleh mengizinkan pemakaian gula bebas dan jika penderita menginginkan sesuatu yang manis maka haruslah dipakai sacharin.

  1. Zat protein

Diberi dalam jumlah 1-1,5 gr per kg BB sehari.

  1. Zat lemak:

Untuk kebutuhan kalori lebihnya diberi zat lemak.

Bolehlah kita tambah di sini bahwa terapi hanya dengan mengatur diit tanpa memberi obat-obatan antidiabetik jarang sekali mendapat sukses. Biasanya pengobatan melulu dietetik hanya bisa berhasil pada peuderita-penderita maturity-onset Diabetes yang gemuk. American Diabetes Association memberi skema sebagai berikut untuk pengaturan diit. Pertama-tama jumlah kalori diperkirakan.” Umpamanya yang akan diberi adalah 1500 kal., maka makanan tiap hari sebaiknya mengandung:

– Zat hidrat karbon = 1500/10 150 gr = 600 kal (40%)

– Zat protein ( ½ dari z.h arang) = 75 gr = 300 kal. (20%)

– Zat lemak (selebihnya) 66 gr = 600 kal (40%).

Baca informasi seputar cara penanganan penyakit diabetes mellitus yang efektif hanya di SINI.

 

Epinephrin test dipakai seperti pada glucagon test

Untuk pemeriksaan Diabetes Mellitus secara “bedside” pada waktu ini terdapat di pasaran:

– Untuk pemeriksaan sakar darah:

*Dextrostix : teststrips buatan Ames-Company

– Untuk pemeriksaan redwksi urine:

* Clinitest: dengan tablet

* BM teststrips (Boehringer-Mannheim)

* Labstix (Ames)

*Diastix (Ames)

PROGNOSA

Pada waktu ini Diabetes Mellitus harus kita anggap sebagai suatu penyakit yang menahun yang tidak dapat sembuh, akan tetapi dapat dikontrol dengan baik. Dalam perjalanannya penyakit ini mempunyai tendens progresif, akan tetapi kekecualian juga ada. Kesimpulan adalah bahwa seorang penderita D.M. dalam lanjutan penyakitnya membutuhkan Iebih banyak Insulin daripada waktu permulaan penyakitnya. Tetapi kemungkinan tetap ada bahwa jumlah Insulin yang dibutuhkannya di kemudian hari bisa menjadi kurang (dalam keadaan rernissi). Dalam suatu observasi dari serombongan penderita D.M. yang tidak membutuhkan Insulin temyata bahwa setelah lima tatrun ± 45% dari penderitapenderita ini tetap tidak memerlukan terapi dengan Insulin.

Sejak penemuan Insulin maka prognosa jauh lebih baik, dalam arbi bahwa hidupnya penderita dapat diperpanjang lebih lama dibandingkan dengan zaman pre-Insulin. Sembuhnya D.M. jarang sekali terjadi. Pada penderita-penderita yang gemuk (obesitas) kadang-kadang metabolisme hictrat arang kembali menjadi normal jika gemuk mereka berkurang dan berat badan kembali ke rlormal. Dalam hal ini janganlah kita anggap orangnya sembuh, lebih baik jika dibilang bahwa D.M.-nya menjadi “latent”. Lain halnya dengan D.M. yang sekunder, D.M. ini bisa sembuh jika penyakit yang menjadi sebabnya sembuh. Pada hiperthyroidi gejala-gejata D.M. bisa hilang sama sekali jika hiperthyroidi diberi terapi yang baik. Pada tumor gland.suprarenalis, ump. pada sindroma Cushing, maka Diabetes yang ada (oleh karena pengeluaran banyak zat anti-Insulin) dapat sembuh jika tumor tersebut diekstirpasi.

TERAPI

Pada umumnya tujuan pada pengobatan Diabetes Mellitus adalah sama dengan pengobatan seorang penderita yang mempunyai penyakit kronik, yaitu:

  1. Mengurangkan gejala-gejala
  2. Menginsyafi sipenderita bahwa cara penghidupannya mempunyai batas-batas yang ditentukan oleh penyakitnya.
  3. Menghindari sebanyak mungkin komplikasi-komplikasi dan berkurangnya keadaan umum.

Maksud khusus dari pengobatan adalah agar sipenderita tetap sehat atas dasar metabolisme hidrat arang yang normal dan urinenya tetap bebas dari gula.

Kenapa Penderita Diabetes Harus Mengurangi Pasokan Kalori, Inilah Manfaatnya!

porsi kaloriKalori berhubungan erat dengan berat badan, sehingga dengan adanya pengobatan diabetes dan pengurangan kalori bisa berpengaruh pada berat badan juga. Ada efek positif seketika dan ada juga efek positif jangka panjang dari pengurangan konsumsi kalori ini.

Efek positif seketika pengurangan konsumsi kalori :

•    Kadar gula darah akan menurun dan akibat dari hal tersebut gejala diabetes yang muncul akan reda dalam waktu yang cukup singkat. Waktunya bisa beberapa hari hingga beberapa minggu

•    Glikogen akan keluar lebih cepat dari organ hati

Efek positif jangka panjang dari pengurangan konsumsi kalori :

Dalam jangka panjang, efek penurunan konsumsi ini akan dirasakan sebagai turunnya berat badan. Selain itu, ada hubungannya juga dengan kemampuan tubuh untuk mengolah gula menjadi energi. Ketika penderita diabetes telah memiliki berat badan yang stabil, maka inilah dampak positifnya :

•    Turunnya tekanan darah

•    Resiko serangan jantung lebih kecil

•    Kadar kolesterol jahat LDL jadi menurun dan kadar kolester baik HDL jadi naik

•    Meningkatnya kepekaan sel-sel terhadap insulin

•    Tekanan darah tinggi dapat benar-benar turun

•    Penurunan resiko terjadinya aterosklerosis

•    Penurunan resik terjadinya trombosis

•    Secara nyata dapat menurunkan kadar gula dalam darah

a.    Pengobatan Non Farmakologis

Seperti namanya, pengobatan jenis ini merupakan pengobatan yang tidak menggunakan obat-obatan. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mencegah terjadinya sesuatu yang lebih parah. Pada akhirnya, para penderita diabetes dapat menjalani hidupnya secara normal seperti orang-orang pada umumnya.

Pengobatan dengan teknik ini bisa berhasil asalkan benar-benar dilakukan dengan disiplin dan dengan cara yang benar. Jika pasien diabetes berhasil dengan pengobatan ini, maka gula darah dapat dikontrol. Kebutuhan akan obat-obatan bisa ditekan dan dalam kondisi yang lebih bagus, obat-obatan bisa dihentikan.

Apa saja pengobatan non farmakologis?

Jika kita terangkan secara umum, pengobatan non farmakologis adalah upaya alami untuk mengobati tubuh. Hal ini dilakukan tanpa mengandalkan obat-obatan sama sekali. Pengobatan non farmakologis dalam diabetes antara lain berolahraga, menjaga pola makan, menurunkan berat badan dan berbagai cara sehat lainnya.

b.    Pengobatan Farmakologis

Pengobatan jenis ini merupakan pengobatan yang mempunyai kebalikan dari pengobatan non farmakologis. Pengobatan farmakologis tergantung pada obat-obatan dalam praktek pengobatannya.

Kapan pengobatan farmakalogis harus dilakukan?

Pengobatan farmakologis dilakukan ketika pengobatan non farmakologis sudah tidak mampu lagi mengontrol gula darah supaya tetap berada pada batasan normal. Pengobatan dengan farmakologis hanya boleh dilakukan sesuai dengan resep dari dokter.

Bagaimana jika pengobatan salah?

Umumnya, pengobatan diabetes dengan farmakologis adalah untuk menurunkan kadar gula darah. Setiap pasien mempunyai kebutuhan akan obat-obatan ini berbeda-beda. Ketika dosis yang diberikan dokter terlalu rendah, maka dapat terjadi komplikasi kronis yang terjadi lebih awal. Jika dosis yang diberikan terlalu besar, maka hipoglikemia dapat lebih cepat terjadi.

Beberapa Lemak Justru Baik Bagi Tubuh Anda

Anggapan ini salah, kita membutuhkan lemak dalam makanan untuk memasok bahan bakar sel dan membangun membran di sekitar sel. Tidak semua lemak merugikan. Bahkan, lemak diperlukan untuk kesehatan. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak lemak sehat dan menjauhi lemak tidak sehat, maka kesehatan Anda akan lebih baik. Namun, jangan lupa pada rarger utama yaitu menjaga berat badan untuk kesehatan dengan cara mengatasi diabetes jika  anda mengidap diabetes.
Lemak Tidak Sehat
memasak-daging-2Beberapa jenis lemak dalam makanan kita. Dua di antarunya bermasalah yaitu lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh (merujuk pada penjenuhan dengan atom hidrogen dan sudah tidak dapat menerimanyalag) terdapat pada daging dan lemak hewani, produk susu, dan minyak tertentu seperti minyak sawit dan minyak kelapa. Minyakminyak tersebuk lebih kental dan tidak cair pada suhu ruangan. Lemak jenuh dalam makanan meningkatkan proses penymmbatan arteri yang dikenal sebagai aterosklefosis, terutama karena peningkatan kolesterol LDL (“jahat”). Lemak trans dihasilkan melalui proses manufaktur, bukan sesuatu yang alami. Lemak ini diciptakan oleh ahli kimia industri yang diminta untuk menemukan cara mengubah minyak cair menjadi padat sehingga memudahkan proses pengiriman dan menjaganya agar tidak berubah menjadi tengik.

Jumlah lemak trans sudah meningkat dalam makanan kita, dapat dijumpai dalamptoduk-produk panggangan, kentang goreng cepat saji, matgarin, dan lemak nabati semi-kental seperti Crisco. Mulai tahun 2006,label daftar gizi makanan telah memperlihatkan jumlah lemak trans dalam makanan yang dijual di toko. Sampai saat itu tiba, bila Anda melihat tulisan minyak nabaa yang terhidrogenasi sebagian (paniallr futdrogenated) atau semi-kental (shortenin!, maka Anda tahu bahwa terdapat kandungan lemak trans di dalam makanan tersebut. Masalahnya, lemak trans meningkatkan risiko terkena penyakit, jantung, stroke, dan penyakit lain yang disebabkan oleh ateroskierosis-seperti pada lemak jenuh.
Lemak Sehat
Ada dua jenis lemak dalam makanan yang baik untuk Anda yaitu lemak tidak j enuh rantai tunggal dan lemak tidak j enuh rantai majemuk. (I-emak tidak jenuh merujuk pada susunan kimiawi yang bisa menerima saru atau lebih atom hidrogen.) Lemak tidak jenuh rantai tunggal yang biasanya terdapat dalam beberapa jenis minyak, seperti minyak zaitun, kacang, dan canola.

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, perubahan gaya hidup perlu dilakukan jika kita ingin mencegah efek jangka panjang diabetes

Tanpa perubahan gaya hidup, hampir bisa dipastikan bahwa masyarakat akan membutuhkan obat-obatan dengan dosis lebih tinggi dan biaya yang lebih besar disertai lebih banyak efek samping untuk mengobati kondisi dan penyakit yang timbul akibat diabetes tipe 2.

Keuntungan perubahan gaya hidup adalah biaya yang lebih murah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, serta bisa mengurang1 faktor risiko yang menyertai diabetes ipe 2. Walaupun sebagian orang masih membutuhkan pengobatan unfuk tekanan darah dan ketidaknormalan kadar lemak yang tidak bisa diatasi hanya dengan perubahan gava hidup, perubahan tersebut dapat mengurangi jumlah atau dosis obatobatan yang dipetlukan.

Bagi orang-orang yang kenaikan kadar gula, tekanan darah, atau lemaknyahanya sedikit, perubahan gaya hidup bisa menutunkannya tanpabantuan obat-obatan.

http://obatdiabetesherbal.co/mengatasi-dm/tips-mengobati-diabetes-melitus-dengan-tepat-dan-mudah/

Aktivitas dan Latihan: Bergerak, Bergerak, Bergerak

oqYRf5b6STf5N6LKita sudah membahas tentang betapa mudahnya makan berlebihan. Sekarang, kita akan membahas tentang mudahnya berolahraga terlalu sedikit dan apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

Seperti yang dijelaskan pada Bab 3, perubahan aktivitas fisik sudah diterapkan dalam iga dari empat penelitian utama yang berhasil mencegah perkembangan diabetes pada orang-orang yang rentan terhadapnya.

Hanya satu penelitian yang menjadikan olahraga sebagai komponen khusus, sementara dua penelitian lainnya menggabungkan program peningkatan aktivitas fisik dengan program gaya hidup unruk mengubah komposisi makanan dan kebiasaan makan. Berikut ini pengaruh peningkatan aktivitas fisik:

-Aktivitas fisik langsung memperbaiki sensitivitas otot-otot terhadap insulin, sehingga gula lebih mudah ditimbun dalam otot daripada dibiarkan meningkat dalam peredaran darah.

-Efek terbaik dari aktivitas fisik diperoleh bila dilakukan dengan teratvt, setidaknya tiga sampai empat kali (idealnya lima sampai enam kali) seminggu.

-Meskipun aerobik bisa meningkatkan metabolisme dan menguatkan jantung serta pembuluh darah, tambahan olahraga yang menguatkan juga berguna.

-Selain efek langsutgnya, aktivitas fisik bisa membanru menurunkan betat badan, dan khususnya lebih berguna untuk mempertahankan berat badan yang diperoleh berkat perubahan komposisi makanan.

-Program pencegahan dan pengobatan diabetes yang paling berhasil memasukkan peningkatan aktivitas fisik dengan intensitas sedang dalam kehidupan sehari-hari.

-Cara terbirk untuk meningkatkan aktivitas fisik adalah dengan melakukannya setiap hari, bukan dengan membuat jadwal untuk berolahtaga.

Ayo Kenali Diabetes Pada Anak

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat terserang penyakit diabetes melitus.
Ada beberapa gejala yang biasa dialami oleh anak yang menderita diabetes:

1. Sering makan karena memiliki rasa lapar yang berlebihan.

2. Mengalami dehidrasi atau haus yang berlebihan.

3. Sering kencing atau ngompol di malam hari padahal seharusnya anak tersebut sudah tidak ngompol lagi.

4. Kesemutan

5. Luka yang sulit sembuh

6. Pengelihatan Kabur

Tipe Diabetes Pada Anak

Diabetes pada anak dibagi menjadi 2 bagian yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Seorang anak dikatakan menderita diabetes tipe 1 jika tubuhnya memerlukan pasokan insulin dari luar hal ini karena sel-sel pankreas tidak mampu menghasilkan insulin. Faktor yang mempengaruhi anak terkena diabetes tipe 1 ini adalah faktor keturunan.

Diabetes tipe 1 pada anak memerlukan pengobatan yaitu dengan injeksi insulin. Injeksi insulin ini membantu mengatasi komplikasi akut, mencegah kematian sejak dini dan mendukung aktifitas anak sehari-hari.

Sedangkan anak dikatakan menderita diabetes tipe 2 ketika insulin yang berada di dalam tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal. Tetapi bagi penderita diabetes tipe 2 pada anak ini tidak bergantung sepenuhnya tehadap insulin. Gaya hidup yang tidak sehat serta obesitas (kegemukan) menjadi faktor utama penyebab terjadinya diabetes tipe 2 ini.

Diabetes pada anak ini juga dapat memicu terjadinya komplikasi contohnya:

– Hiperglikemia

Penyebab hiperglikemia yaitu penderita diabetes tidak dapat mengontrol kadar gula di kisaran angka normal. Hal ini menyebabkan anak sering lapar, dehidrasi, kejang, penurunan kesadaran, dan resiko terbesar adalah kematian mendadak

– Hipoglikemia

Penyebab hipoglikemia yaitu pengobatan yang berlebihan sehingga membuat anak menjadi emosional, cepat lelah, pusing, keringat dingin, dan dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak

– Penyakit Jantung Koroner

– Penyakit Gagal Ginjal

– Kebutaan

Cara Mencegah Diabetes Terhadap Si Kecil

Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar si kecil terhindar dari penyakit diabetes ini. Salah satunya yaitu:

1. Menerapkan pola hidup sehat

2. Mengatur pola makan seimbang dan jangan berlebihan konsumsi gula

3. Hindari makanan junk food dan minuman bersoda

4. Berolahraga

Dan yang terpenting jangan lupa untuk memilih cara mengobati kencing manis alami terbaik yang direkomendasikan oleh ribuan dokter senior dunia ini.