Bahan makanan hewani pada umumnya sedikit sekali kandungannya akan karbohidrat

Karbohidrat yang tidak dapat dicerna, tidak menghasilkan enersi, jadi tidak memberikan iuran kepada nilai enersi seluruh susunan hidangan. Selulosa, galaktan dan pentosan tidak dapat dicerna jadi tidak termasuk kelompok penghasil enersi (kalori) sehingga tidak usah dikhawatirkan akan menambah gemuk badan. Namun demikian, jenis karbohidrat ini masih berguna bagi tubuh, yaitu memberikan rasa kenyang dan melancarkan pembuangan tinja (defaecation). Semua hidangan yang mengandung karbohidrat yang tidak dicerna dalam jumlah sangat rendah, mungkin memberikan kesulitan pembuangan tinja dan terjadi sembelit (obstipasi). Karbohidrat yang tidak dapat dicerna dipergunakan dalam pembuatan makanan rendah kalori, misalnya untuk menurunkan berat badan atau makanan bagi para penderita penyakit diabetes mellitus.

Dalam makanan demikian, volume akan cukup besar hingga cukup memberikan rasa kenyang tanpa disertai kandungan enersi tinggi di dalam hidangan tersebut. Bahan makanan yang tidak dapat dicerna ini digolongkan sebagai makanan berserat. Glikogen di dalam daging dipecah setelah khewan tersebut mati sehingga kadarnya dapat diabaikan.

Di antara daun-daun sayur, daun singkong dan daun ubijalar cukup kandungannya akan karbohidrat, tetapi jumlah yang dikonsumsi biasanya sangat terbatas. Klewek, sukun dan nangka muda merupakan sayur buah yang cukup kandungannya akan karbohidrat. Di sinipun jumlah yang dikonsumsi di dalam hidangan di lndonesia, tidak mempunyai arti banlak. Agar-agar tidak merupakan sumber karbohidrat yang dapat dicerna, tetapi memberikan volume kepada makanan, sehingga dapat dipergunakan sebagai pengisi dalam makanan rendah kalori.

Yang menambah kalori kepada agar-agar ialah gula, krim atau susu yang ditambahkan ketika menkonsumsi agar-agar tersebut. Tingkat manis sebagai standard diambir sucrosa (100), dan bertuiut-turut: Fruktosl (173), glukosa (74), gataktosa (32), mattosa (32) dan taktosa (16). iJntuk makanan rendah kalori rasa manis didapat dengan mempergunakan zat pemanis sintetik yang tidak menghalilkan enersi. Pemanis sintetik yang terah rami dikenar iarah sakharin dan siklamat (saccharine dan cyclamate). Akhir-akhir ini terah diintroduksikan dua zat pemanis rain, iarah stevioside dan aspartame. Zat pemanis lain iarah hasir hidrorisa amyrum, yaitu high fructose syrup, semakin banyak dipergunakan dalam industri makanan.

Baca juga informasi mengenai obat herbal untuk diabet yang paling amnpuh dan aman di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *