Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

Karena ayam arab dan ayam pocin tidak memiliki sifat mengeram, penetasan telur dilakukan dengan cara buatan atau dengan mesin tetas. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur dan sekarang kita akan membahas mengenai cara menetaskan telurnya. Dalam penetasan buatan, alat tetas yang digunakan biasanya memanfaatkan lampu listrik atau lampu minyak tanah sebagai sumber panas. Daya tampung alat tetas berbeda-beda, ada yang besar ada juga yang kecil. Dalam menggunakan alat tetas ini harus diperhatikan kebutuhan air, kelembapan, temperatur, pemutaran telur, pendinginan, dan peneropongan telur. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut

  • Kelembapan ideal yang harus direrapkan berkisar antara 60-70%. Jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebab bisa mematikan embrio di dalam telur. Untuk menjaga kelembapan, beberapa hal sebagai berikut harus diperhatikan.
  1. Pertahankan kekonstanan temperarur alat tetas.
  2. Atur ventilasi alat tetas.
  3. Tambahkan air dalam nampan jika volume air menyusut.
  4. Berikan sehelai kain atau kapas yang ditata merata pada dasar nampan agar kelembapan merata.
  5. Gunakan selalu higrometer untuk mengetahui kelembapan.
  • Temperatur harus selalu dijaga dengan baik. usahakan suhu berada pada kisaran 38-40°C (101-105°F). Supaya suhu terjamin, alat tetas harus berada dalam keadaan tertutup, kecuali bagian ventilasinya bervariasi.
  • Putar telur agar panas yang diterima merata. Ietak telur harus selalu berada dalam keadaan miring (40°) dengan ujung tumpul berada di atas. Untuk memudahkan pemutaran, bidang telur diberi tanda, misalnya A, B, atau C di salah satu sisinya, sehingga diketahui bagian mana yang belum diputar. Pemutaran itu sendiri mulai dilakukan pada usia hari ke-4 penetasan dan dihentikan pada hari ke-19. Pemutaran dilakukan horisontal, sehingga bagian tumpulnya tetap di atas. Pada mesin tetas jenis lain, pemutaran bisa dilakukan dengan cara mengatur keminngan rak karena sistem pemutaran sudah dibuat.
  • Pendinginan telur dilakukan dua kali selama masa penetasan, yaitu dimulai pada hari ke-4 dan dihentikan pada hari ke-19. Pendinginan dilakukan selama 15 menit, sama dengan induk ayam ketika turun makan dan minum.
  • Peneropongan telur harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya embrio yang mati. Peneropongan bisa dilakukan pada hari ke-14 dan ke-18. Telur yang mati harus segera dikeluarkan agar tidak mencemari yang lain. Soalnya, telur mati biasanya menimbulkan amoniak dan C02 yang bisa mengganggu telur hidup. Peneropongan bisa dilakukan dengan menggunakan gulungan kertas yang diarahkan ke tempat terang atau lampu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *