Beberapa cara untuk mengetahui jenis kelamin anak ayam (DOC)

Beberapa cara untuk mengetahui jenis kelamin anak ayam (DOC)

Jika anda mengikuti artikel kami yang berjudul Petunjuk Memulai Usaha dari DOC dengan Sukses pastinya anda sudah merasakan hasilnya nah untuk artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang sudah kami syer sebelumnya untuk tahap ini posisi peternak sudah memiliki anak ayam atasu DOC pastinya kerepotan bukan untuk memilih mana anakan ayam yang berjenis kelamin jantan maupun yang berjenis kelamin betina berikut ini adalah perbedaan DOC jantan dan betina :

Membedakan Jenis Kelamim DOC Secara Fisik

Perbedaan fisik DOC jantan dengan betina sebagai berikut.

  • Anak ayam jantan berbadan lebih besar, padat, tinggi, dan gagah. Jenggernya tumbuh lebih tegas, besar, bergerigi jelas. Matanya lebih besar dan bercahaya. Kakinya lebih besar, lebih kuat, dan kokoh. Bulu ekornya lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan bulu ekor bagian badan lainnya. Gerak-gerik yang jantan lebih gesit. Suaranya lebih nyaring.
  • Anak ayam betina lebih pendek badannya. Jenggernya pendek dan tipis. Kakinya pendek dan kecil. Bulu badannya tumbuh merata. Gerak-geriknya kurang lincah, suaranya kurang nyaring.

Cara paling akurat untuk membedakan DOC jantan dengan betina sebetulnya adalah dengan menggunakan chick tester yang menggunakan listrik.

Membedakan Jenis Kelamin DOC dengan Menggunakan Cincin Emas

Satu hal menarik yang penulis temukan dari hasil percobaan bertahun-tahun, ada suatu cara atau metode pemeriksaan DOC untuk membedakan jenis kelaminnya dengan cara sederhana, tetapi memiliki akurasi atau ketepatan seratus persen. Kelebihannya adalah dengan cara ini menyeleksi jenis kelamin DOC tidak perlu dilakukan oleh orang yang ahli dalam mengamati kloaka atau ciri fisik. Caranya cukup dengan menggantungkan cincin emas seberat 0,5 gram dengan benang. Cincin emas tersebut digantung di atas telur atau DOC yang akan dipcriksa jenis kelaminnya

Ketika melakukan pemeriksaan, benang tidak boleh disandarkan ke benda-benda apa pun. Ujung bagian atas benang harus dipegang dengan jari, dan cincin emasnya menggantung ke arah telur atau DOC. Cara mengetahui jenis kelamin adalah dengan melihat arah gerakan cincin emas.

Bila cincin bergerak melingkar, mulai perlahan sampai bertambah melingkar, dapat dipastikan bahwa jenis kelamin embrio dalam telur atau DOC yang diperiksa adalah jantan. Bila cincin emas mengayun satu arah, jenis kelamin embrio atau DOC adalah betina. Bila cincin setelah digantung beberapa saat, tidak bereaksi atau bergerak, telur dipastikan tidak memiliki benih atau gagal ditetaskan.

Pemeriksaan cara ini bisa dilakukan supaya telur berembrio wanita lebih banyak ditetaskan, supaya tidak tertipu oleh penjual, atau supaya DOC yang dijual adalah betina dan sedikit jantan jenis kelamin DOC yang kita jual sesuai dengan pesanan.

Petunjuk Memulai Usaha dari DOC dengan Sukses

Petunjuk Memulai Usaha dari DOC dengan Sukses

Memulai usaha dari DOC paling banyak dilakukan orang untuk mengembangbiakan ayam arab dan pocin. Cara ini sebenarnya merupakan langkah lanjutan dari memelira induk atau menetaskan telur namun banyak hal yang membuat Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas usahakan cari refrensi mengenai hal yang menyebabkan gagal menetas. Hal-hal penting yang harus di ketahui dalam usaha dengan cara ini meliputi hal-hal berikut.

  • Pemilihan DOC betina.
  • Pemeliharaan dengan induk buatan.
  • Pemeliharaan DOC di kandang boks saat berumur 0-6 hari.
  • Pemeliharaan DOC di kandang boks saat berumur 7-12 hari.
  • Pemeliharaan anak ayam di kandang postal saat berumur 13 hari sampai 2 hulan.
  • Pengcnalan terhadap kasus kematian dini pada anak ayam.
  • Pemeliharaan anak ayam lepas sapih sejak berumur 3 bulan.

Cara Memilih DOC Betina

Istilah DOC digunakan untuk menamai anak ayam berumur 1 hari sampai 2 minggu. DOC dipindahkan dari alat tetas setelah bulunya kering dan siap dipelihara di kandang pemeliharaan. DOC betina harus dipisahkan dari DOC jantan. Semakin cepat dipisahkan akan semakin bagus. Soalnya, DOC betina bisa-bisa tidak kebagian makan karena bersaing dengan DOC jantan yang makannya lebih rakus. Membedakan DOC betina dengan DOC jantan ada dua cara. Pertama, dengan melihat cm fisik. Kedua, dengan melihat jenis kelaminnya. Melihat jenis kelamin ini bisa dilakukan dengan membuka kloaka. Cara ini dilakukan setelah DOC berumur beberapa hari. DOC jantan memiliki titik hitam memanjang bulat seperti butiran beras. DOC betina hanya memiliki tanda berbentuk garis. Melihat kloaka bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Peganglah anak ayam dengan tangan kanan.
  • Jepitlah lcher dengan jari tengah dan jari manis tangan kiri.
  • Arahkan badan dan kepalanya ke bawah perut. Perut bagian bawah diraba dengan ibu jari dan jari kelingking kiri.
  • Tekuklah punggung sampai kotoran ayam keluar.
  • Tekanlah bagian bawah anus, lalu taruhlah telunjuk tangan kanan di anus.
  • Bukalah lubang anus sampai bagian dalamnya menonjol keluar.
  • Perhatikan ciri-ciri yang terdapat di kloaka itu.

Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas

Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas – Apa pun jenis atau merek mesin tetas untuk hasilnya juga tergantung dengan kualiatas telurnya jika kita sudah mengetahui bagaimana cara menetaskan telur ayam arab dan pocin dengan baik pastinya kegagalan penetasan akan berkurang, selama di perhatikan dengan baik, hasil tetasannya selalu akan bagus jika . Artinya, jika prinsip kerja mesin dilakukan mendekati penetasan dengan induk ayam atau itik, seharusnya tidak ada permasalahan yang berarti seperti gagalnya telur menetas.

Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas

Jika telur gagal menetas atau tidak menetas serempak di dalam mesin tetas, kemungkinan penyebabnya sebagai berikut.

  • Telur berasal dari induk yang tidak sama umurnya.
  • Penyebaran panas di dalam mesin tidak merata.
  • Telur tetas beragam ukuran dan umurnya.

DOC yang terlalu kecil dan lemah kemungkinan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

  • DOC berasal dari telur yang kecil dan dari induk muda.
  • Suhu dalam mesin terlalu tinggi dan kelembapannya rendah.

Jika telur banyak yang mati atau gagal menetas semua, kemungkinan penyebabnya hal-hal sebagai berikut.

  • Induk kekurangan vitamin E dan vitamin B12
  • Penyimpanan telur lebih dari 3 minggu.
  • Kondisi mesin tetas tidak sesuai dengan pertumbuhan embrio, misalnya suhu terlalu panas atau terlalu dingin, fluktuasi sering terjadi akibat listrik sering mati, atau penggunaan lampu minyak tanah yang tidak terkontrol

Cara Melihat Embrio pada Telur
Cara mengetahui embrio yang masih hidup adalah dengan melihat bagian tengah kuning telurya. Lihatlah kuning telumya, apakah terdapat tirik berwarna merah yang dikelilingi gambaan serat rambut berwarna merah atau tidak.
Jika tidak ada ciri tersebut, dan kuning telur dikelilingi warna hitam, berarti embrio telah mati sehingga sudah dipastikan akan gagal menetas. Ciri ini akan tampak jika telur diteropong. Juga akan tampak denyutan jantung yang ada di dalam telur.
Embrio yang mati akan menampakkan ritik hitam di tengah kuning telur. Selain itu, kuning telur dikelilingi oleh selaput berwarna hitam.

Cara Mengatur Suhu Pada Mesin Tetas Agar Tidak Gagal Dalam Menetaskan Telur
Suhu pada mesin penetas telur bebek atau ayam bisa diatur dengan cara sebagai berikut.

  • Aturlah suhu pada hari ke-1 sampai ke-7 pada kisaran 101°F; pada hari kc-8 sampai ke-14 pada kisaran 102°F; pada hari ke-15 sampai ke-19 pada kisaran 1U3°F; dan selanjutnya pada kisaran 104°F.
  • Tutuplah ventilasi pada hari ke-1 sampai hari ke-3, kemudian pada hari ke-19 dan ke-20. Pada hari ke-4, ventilasi dibuka 1/4 bagian, pada hari ke-5, dibuka 1/3 bagian, pada hari ke-6 terbuka separuh, dan pada hari ke-7 sampai ke-18 terbuka penuh.

Agar telur menetas dengan baik sehingga mengurangi kegagalan, lakukan langkah-langkah berikut.

  • Putarlah telur pada hari ke-3 sampai ke-18, pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00.
  • Dinginkan telur pada hari ke-4 sampai ke-18, pada pukul 07.00.
  • Teroponglah telur pada hari ke-7 dan ke-18.

Pada hari ke-21 telur menetas. DOC’. jangan buru-buru dipindahkan ke kandang pembesaran. Biarkan dulu bulu-bulunya mengering. Pada keesokan harinya, baru dipindahkitn ke kandang pembesaran (postal).

Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

Karena ayam arab dan ayam pocin tidak memiliki sifat mengeram, penetasan telur dilakukan dengan cara buatan atau dengan mesin tetas. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur dan sekarang kita akan membahas mengenai cara menetaskan telurnya. Dalam penetasan buatan, alat tetas yang digunakan biasanya memanfaatkan lampu listrik atau lampu minyak tanah sebagai sumber panas. Daya tampung alat tetas berbeda-beda, ada yang besar ada juga yang kecil. Dalam menggunakan alat tetas ini harus diperhatikan kebutuhan air, kelembapan, temperatur, pemutaran telur, pendinginan, dan peneropongan telur. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

  • Kelembapan ideal yang harus direrapkan berkisar antara 60-70%. Jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebab bisa mematikan embrio di dalam telur. Untuk menjaga kelembapan, beberapa hal sebagai berikut harus diperhatikan.
  1. Pertahankan kekonstanan temperarur alat tetas.
  2. Atur ventilasi alat tetas.
  3. Tambahkan air dalam nampan jika volume air menyusut.
  4. Berikan sehelai kain atau kapas yang ditata merata pada dasar nampan agar kelembapan merata.
  5. Gunakan selalu higrometer untuk mengetahui kelembapan.
  • Temperatur harus selalu dijaga dengan baik. usahakan suhu berada pada kisaran 38-40°C (101-105°F). Supaya suhu terjamin, alat tetas harus berada dalam keadaan tertutup, kecuali bagian ventilasinya bervariasi.
  • Putar telur agar panas yang diterima merata. Ietak telur harus selalu berada dalam keadaan miring (40°) dengan ujung tumpul berada di atas. Untuk memudahkan pemutaran, bidang telur diberi tanda, misalnya A, B, atau C di salah satu sisinya, sehingga diketahui bagian mana yang belum diputar. Pemutaran itu sendiri mulai dilakukan pada usia hari ke-4 penetasan dan dihentikan pada hari ke-19. Pemutaran dilakukan horisontal, sehingga bagian tumpulnya tetap di atas. Pada mesin tetas jenis lain, pemutaran bisa dilakukan dengan cara mengatur keminngan rak karena sistem pemutaran sudah dibuat.
  • Pendinginan telur dilakukan dua kali selama masa penetasan, yaitu dimulai pada hari ke-4 dan dihentikan pada hari ke-19. Pendinginan dilakukan selama 15 menit, sama dengan induk ayam ketika turun makan dan minum.
  • Peneropongan telur harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya embrio yang mati. Peneropongan bisa dilakukan pada hari ke-14 dan ke-18. Telur yang mati harus segera dikeluarkan agar tidak mencemari yang lain. Soalnya, telur mati biasanya menimbulkan amoniak dan C02 yang bisa mengganggu telur hidup. Peneropongan bisa dilakukan dengan menggunakan gulungan kertas yang diarahkan ke tempat terang atau lampu.

 

Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

Karena ayam arab dan ayam pocin tidak memiliki sifat mengeram, penetasan telur dilakukan dengan cara buatan atau dengan mesin tetas. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur dan sekarang kita akan membahas mengenai cara menetaskan telurnya. Dalam penetasan buatan, alat tetas yang digunakan biasanya memanfaatkan lampu listrik atau lampu minyak tanah sebagai sumber panas. Daya tampung alat tetas berbeda-beda, ada yang besar ada juga yang kecil. Dalam menggunakan alat tetas ini harus diperhatikan kebutuhan air, kelembapan, temperatur, pemutaran telur, pendinginan, dan peneropongan telur. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut

  • Kelembapan ideal yang harus direrapkan berkisar antara 60-70%. Jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebab bisa mematikan embrio di dalam telur. Untuk menjaga kelembapan, beberapa hal sebagai berikut harus diperhatikan.
  1. Pertahankan kekonstanan temperarur alat tetas.
  2. Atur ventilasi alat tetas.
  3. Tambahkan air dalam nampan jika volume air menyusut.
  4. Berikan sehelai kain atau kapas yang ditata merata pada dasar nampan agar kelembapan merata.
  5. Gunakan selalu higrometer untuk mengetahui kelembapan.
  • Temperatur harus selalu dijaga dengan baik. usahakan suhu berada pada kisaran 38-40°C (101-105°F). Supaya suhu terjamin, alat tetas harus berada dalam keadaan tertutup, kecuali bagian ventilasinya bervariasi.
  • Putar telur agar panas yang diterima merata. Ietak telur harus selalu berada dalam keadaan miring (40°) dengan ujung tumpul berada di atas. Untuk memudahkan pemutaran, bidang telur diberi tanda, misalnya A, B, atau C di salah satu sisinya, sehingga diketahui bagian mana yang belum diputar. Pemutaran itu sendiri mulai dilakukan pada usia hari ke-4 penetasan dan dihentikan pada hari ke-19. Pemutaran dilakukan horisontal, sehingga bagian tumpulnya tetap di atas. Pada mesin tetas jenis lain, pemutaran bisa dilakukan dengan cara mengatur keminngan rak karena sistem pemutaran sudah dibuat.
  • Pendinginan telur dilakukan dua kali selama masa penetasan, yaitu dimulai pada hari ke-4 dan dihentikan pada hari ke-19. Pendinginan dilakukan selama 15 menit, sama dengan induk ayam ketika turun makan dan minum.
  • Peneropongan telur harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya embrio yang mati. Peneropongan bisa dilakukan pada hari ke-14 dan ke-18. Telur yang mati harus segera dikeluarkan agar tidak mencemari yang lain. Soalnya, telur mati biasanya menimbulkan amoniak dan C02 yang bisa mengganggu telur hidup. Peneropongan bisa dilakukan dengan menggunakan gulungan kertas yang diarahkan ke tempat terang atau lampu.

 

Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur

Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur

Dalam cara ini, telur merupakan cikal bakal atau modal usaha. Telur-telur itu harus ditetaskan dengan baik Ada dua cara penetasan telur, yaitu

dengan cara alamiah dan dengan cara penetasan menggunakan mesin telas untuk mendapatkan telur secara ilmiah biasa kita cari refrensi mengenai Petunjuk Memulai kawin suntik untuk ayam arab dengan Sukses. Hal paling utama yang harus diperharikan dalam memilih telur tetas adalah menyangkut kualitas telur. Jika kualitas telur ndak baik, prosentase jumlah telur tetas yang menetas kurang atau rendah. Anak yang dihasilkan pun kurang baik murunya. Untuk itu dibutuhkan penyeleksian telur sebelum ditetaskan. Telur yang dihasilkan dari induk ayam berumur di bawah satu tahun berukuran kecil-kecil dan berbobot kurang dan 30 gram. Yang layak dijadikan telur tetas adalah telur dari induk ayam berumur 1-2 tahun.

Memilih Telur yang Baik

Telur yang baik untuk telur tetas adalah telur yang memenuhi ketentuan sebagai berikut.

  • Bobot telur berkisar antara 40-45 gram. Benruknya normal, bulat lonjong. Perbandingan lebar-panjang adalah 3 : 4. Telur yang terlalu bulat atau terlalu panjang, daya tetasnya rendah.
  • Ukuran telur tidak holeh terlalu besar karena biasanya bibit gampang mati dan daya tetasnya rendah. Ruang udara di dalam telur harus ada. Besarnya scperti ketika keluar dari tubuh induknya (0,3 rrn atau lebih kecil). Ruang udara dapat diperiksa dengan menyorotkan lampu senter ke ujung tumpul telur.
  • Cangkang telur harus bersih, tidak berbintik, tidak kasar, alau rctak.
  • Telur harus berasal dari induk yang baik, sehat, dan mengalami proses perkawinan yang baik dengan induk jantan yang baik pula.
  • Letak kuning telur terpusat baik. Kurungnya jernih, bebas dari noda. Putih telurnya jernih dan pekat.
  • Telur yang akan ditetaskan tidak bolch disimpan lebih dari tujuh hari. Simpan telur tetas di tempat yang sejuk, tidak dingin, tidak terlalu panas, serta terhindar dari terpaan angin dan cahaya matahari.

Faktor Penentu Kualitas Telur Tetas

Kualitas telur tergantung pada hal hal berikut.

  • Kualitas induk. Induk yang baik akan menurunkan telur berkualitas baik. Induk yang baik ditentukan oleh strain atau jenis ayam.
  • Seperti kualitas induk, kualitas pakan juga akan mempengaruhi kualitas kuning telur serta putih telur. Kandungan pakan, seperti kalsium, fosfor, mangan, dan vitamin D, akan memberi pengaruh pada kualitas telur. Sebaiknya, setiap ekor ayam diberi kalsium sebanyak 3,5-4 gram per hari dan phosphor sebanyak 0,9 gram per hari.
  • Beberapa penyakit, seperti ND (newcastle disease) dan infeksi bronkhitis, bisa mempengaruhi kualitas kulit telur, bahkan juga menurunkan kualitas putih telur.
  • umur ayam yang terlalu tua akan menyebabkan kulit telur yang dihasilkannya menipis.
  • Suhu yang terlalu panas akan mengurangi nafsu makan ayam sehingga mempengaruhi pertumbuhan telur yang dihasilkan. Suhu yang diperkenankan maksimal mencapai 29° C (85   F).

Petunjuk Memulai kawin suntik untuk ayam arab dengan Sukses

Petunjuk Memulai kawin suntik untuk ayam arab dengan Sukses

Selain kawin dengan cara alamiah, perkawinan induk bisa dilakukan dengan inseminasi buatan. Perkawinan dengan cara inseminasi buatan memiliki kelebihan lebih cepat menghasilkan keturunan dan lebih baik dalam pemilihan kualitas bibit.

Keuntungan Inseminasi Buatan

  • Produksi anak ayam meningkat tanpa perlu memelihara banyak pejantan. Untuk satu kali kawin suntik, ayam betina hanya membutuhkan 0,1 cc sperma. Jumlah ini dapat dikatakan sedikit sebab per ejakulasi ayam jantan dapat dihasilkan 2 cc sperma. Artinya, 1 ekor ayam jantan mampu membuahi 20 ekor ayam betina, sedangkan dalam perkawinan alamiah 1 ekor ayam jantan hanya mampu membuahi 7- 10 ekor betina.
  • Didapatkan kepastian induk, pejantan, dan anak yang dihasilkan. Ini sangat dibutuhkan dalam proses seleksi induk yang berkualitas.
  • Dengan teknik inseminasi buatan (IB) dapat dipastikan 100% pembuahan pada induk betina sehingga produksi optimal bisa diperhitungkan.
  • Penurunan daya tetas dapat segera diketahui dan diperbaiki dengan cara mengganti pejantan.
  • Mudah dilakukan pengafkiran induk betina yang tidak produktif.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan

  • Inseminasi buatan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  • Menyiapkan peralatan yang akan digunakan: tabung kaca untuk menampung sperma dan alat suntik tanpa jarum untuk menyemprotkan sperma ke alat reproduksi ayam berina.
  • Mengambil dan menampung sperma. Pengambilan ini dilakukan oleh dua orang. Seorang memegang ayam jantan yang akan diambil spermanya, sedangkan seorang lagi mengelus atau menampung sperma yang dikeluarkan. Yang barm diperhatikan adalah posisi ayam harus nungging. Pengelusan dilakukan dari punggung terus ke bagian kloaka dan ke bagian bawah. Pengelusan punggung dengan jari tangan kanan, sedangkan pengelusan bawah dilakukan dengan tangan kiri. Pengelusan dilakukan dengan lembut sampai terjadi refleksi ejakulasi atau terpancarnya sperma ayam jantan yang segera ditampung di tabung kaca.
  • Sperma diencerkan dalam 1,025% larutan NaCl dengan pH 7-8 ditambah dengan antibiotik untuk membunuh kuman yang mungkin mencemari sperma. Dianjurkan untuk mcnambahkan fruktosa 1 : 1 agar sperma tetap hidup.
  • Pemasukan sperma dilakukan ke dalam kloaka ayam betina. Dosis sperma untuk 1 ekor betina adalah 0,1 cc sperma murni (belum diencerkan). Jika telah diencerkan, pemakaiannya tergantung pada pengenceran. Untuk memasukkan sperma digunakan alat suntik tak berjarum. Kloaka ditekan sampai terbuka bagian vaginanya, kemudian sperma disemprotkan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, IB sebaiknya dilakukan pada sore had pukul 16.00—18.00 dan diulangi setelah 4-7 hari.

Apakah Madu Tidak Berbahaya dan Aman Untuk Bayi Baru Lahir?

Manfaat madu untuk bayi baru lahir

Kebanyakan orang telah mendengar bahwa ada potensi timbulnya masalah bila memberikan madu kepada bayi muda, tetapi mereka tidak tahu persis apa masalahnya.

honey babyDokter akan menyarankan kepada wanita hamil, untuk tidak makan madu selama kehamilan. Dan mereka bahkan memberitahu mereka untuk tidak memberikan madu kepada anak-anak mereka sampai mereka berusia setidaknya satu tahun.

Madu merupakan produk alam yang sangat sehat bagi manusia. Sayangnya, ada beberapa kasus penyakit yang sangat serius yang berhubungan dengan madu. Penyakit ini disebut “bayi botulism”, yang sebenarnya merupakan sejenis keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri membentuk spora yang dapat mulai memproduksi toksin beracun dalam usus bayi. Toksin ini disebut botulin.

Bakteri ini tidak berbahaya untuk anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa karena sistem pencernaan mereka dapat memindahkan spora melalui tubuh sebelum mereka menyebabkan kerusakan apapun.

Namun bayi yang baru lahir tidak bisa menangani spora karena sistem pencernaan mereka tidak begitu maju. Jadi, ketika bayi baru lahir menelan, bakteri berkembang biak, dan menghasilkan toksin.

Bayi baru lahir yang mencerna “racun” ini dapat mengalami berbagai maslah seperti otot menjadi lumpuh. Gejala kelumpuhan ini mungkin termasuk, kurangnya ekspresi wajah, suara tangis lemah, dan mudah tersinggung.

Hal yang paling berbahaya yang bisa terjadi adalah otot diafragma bayi baru lahir menjadi lumpuh. Maka besar kemungkinan bayi baru lahir akan kesulitan bernapas. Ini akan membutuhkan perawatan darurat ke rumah sakit.

Beberapa negara  memiliki daerah konsentrasi yang lebih tinggi dari “spora botulisme” karena tanahnya. Bunga dan tanaman yang dimakan lebah yang tumbuh di tanah tersebut.

Madu sebagian besar dikonsumsi dalam bentuk mentah dan biasanya tidak dipasteurisasi atau disterilisasi, tapi bahkan madu yang telah dipasteurisasi dapat mengandung bakteri dan tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah usia 12 bulan.

Meskipun “botulisme pada bayi” sangat langka, akan lebih baik aman daripada menyesal. Ini adalah satu-satunya alasan, mengapa dokter memberitahu orang tua dan pengasuh, agar tidak memberikan madu untuk bayi berusia kurang dari satu tahun.

Meskipun insiden “keracunan botulisme” pada bayi baru lahir dengan madu terkontaminasi sangat langka, dokter masih menyarankan kepada wanita untuk tidak menggunakan madu.

Selain itu ternyata madu juga menyimpan banyak manfaat mulai dari menjaga kesehatan ibu hamil, madu untuk menyusui serta sebagai obat kesuburan pria dan wanita. Tentunya untuk mendapatkan kesuburan Anda tidak hanya membutuhkan obat-obatan saja melainkan juga harus menjaga gaya hidup yang sehat. Berikut “tips menjaga kesuburan melalui gaya hidup

Anda harus menggunakan penilaian Anda sendiri dan tingkat kenyamanan ketika membuat keputusan untuk memperkenalkan madu ke dalam diet bayi Anda.

Ada banyak orang yang tidak percaya bahwa madu adalah bahaya bagi bayi baru lahir. Madu telah diberikan pada bayi berusia di bawah 12 bulan selama berabad-abad. Banyak kebudayaan yang terus memberikan madu pada bayi, dari sejak lahir ke tahap awal diet mereka.

Seorang ibu hamil dapat dengan aman makan madu dengan tidak membahayakan janin. Tidak ada ancaman nyata ada dari ibu makan madu atau makanan yang mengandung madu.

Sebagai orang dewasa, saluran pencernaan nya cukup asam, dan akan mencegah spora botulinum untuk tumbuh; Oleh karena itu, tidak ada racun yang akan diproduksi.

Sebaliknya madu sangat bermanfaat bagi orang dewasa selain Menjaga Kesuburan Melalui Gaya Hidup madu juga dapat menyuburkan kandungan maupun mengentalkan sperma pada laki-laki. Untuk mengetahui manfaat lain madu untuk ibu hamil Anda bisa melihatnya di “http://gluteracare.com/manfaat-madu-untuk-ibu-hamil/“. Terima kasih