lntravenous G.T.T. diberikan pada orang dewasa

Diberi pada orang dewasa 25 gr glukosa sebagai hancuran 30% dari pada anak-anak 0,5 gr glukosa per kg berat badan.

  1. 2 hours Venous Bloodglucose as endpoint

– lebih dari 140 mgr7o indikatif untuk Diabetes

– kurang dari 120 mgr7o bukan Diabetes

Angka-angka ini adalah untuk darah veneus sesudah 2 jam.

  1. Capillary Bloodglucose Leuels as Indibes darah kapiler diperiksa setelah 68 menit. Test dianggap normal jika sesudah 68 menit kadar gula tidak melebihi fasting bloodsugar dengan 25 mg%.

Cortisone G.T T.

Sebelumnya dilakukan G.T.T. maka diberi tablet Kortison 2x, masing-masing 8Vz jam dan 2 jam sebelumnya. Jika kemudian hasil kadar gula sesudah 2 jarn lebih dari 140 mgr% maka test dianggap abnormal

Sodium Tolbutamide Responsive Test

Disuntikkan Tolbutamide intravena sebanyak 1 gr. Kadar gula diperiksa setelah 20 menit.

Interpretasi

Jika kadar gula setelah 20 menit:

– kurang dari 75% dari angka pretest: bukan D.M.

– antara 75-84% dari angka pretest: meragukan

– antara 84-89% dari angka pretest: mungkin sekali D.M.

– lebih dari 89% dari angka pretest: D.M.

Insulin-Tolerance

Test Insulin disuntikkan intravena sebanyak 0,1 U per kg berat badan dan kadar gula diperiksa tiap 15 menit sampai 90 menit sesudah penyuntikan Insulin Test dianggap normal jika kadar gula pemah turun sampai kurang dari 50% dari angka waktu puasa (fasting) dan normal kembali setelah 90 menit.

Glucose-Insulin Tolerance Test

Insulin disuntikkan secara intravena dan glukosa diberi per os. Grafik penderita Diab. Mellitus dengan bukan penderita berbeda mulai pemberian glukosa sebagai titik penolakan. Pada Diab. Mellitus titik maksimum lebih tinggi dan sesudah 2 jam belum lagi mendekati sakar darah dalam keadaan puasa.

Glucagon Test

Test yang normal menunjukkan kenaikan kadar gurla dengan 30-90 mgr7o dan kembali ke normal dalam 90 menit. Pada Diab. Mellitus kadar gula lebih tinggi dan belum lagi normal setelah 90 menit.

Jika Anda ingin menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh dan cara cepat menghilangkan diabetes secara efektif segera cek infonya hanya disini

Merokok: Suatu Bentuk Pelecehan Anak?

Untuk alasan semacam ini, ahli kandungan dan anak telah menjadi pemenang bagi pemberhentian rokok. Hampir semua ahli kandungan memberitahu pasien mereka yang hamil untuk berhenti merokok. Dokter anak biasanya memberikan nasihat yang sama pada orangtua perokok dari pasien muda mereka. Sesungguhnya, cukup tragis bahwa perokok merusak tubuh mereka sendiri, namun tragedinya meminta lebih banyak lagi ketika kebiasaan itu membahayakan anak-anak dan cucu mereka sendiri. Tidak satu pun orangtua normal yang dengan sengaia menginginkan mengancam kesehatan atau kesejahteraan anak mereka terancam, tetapi ini terjadi tiap hari di masyarakat kita.

Ketika orangtua menyadari kerusakan yang diakibatkan dari merokok pada anak-anak yang tak bersalah, akankah itu memberikan cukup dorongan untuk menyingkirkan kebiasaannya itu? Di Amerika saat ini, pelecehan anak telah meniadi persoalan besar. Beberapa mengatakan bahwa orangtua yang merokok bersalah terhadap bentuk pelecehan anak secara halus.

Penyakit Paru paru Kronis yang Disebabkan OIeh Merokok

Sekitar 50.000 orang Amerika mati tiap tahun dari kondisi penyakit paru-paru kronis seperti empisema dan bronkitis kronis yang di sebabkan oleh mengisap- rokok.l7s Kondisi paru-paru ini secara kolektif disebut sebagai chronic obstructive pulmonary disease (COPD) atau penyakit gangguan paru kronis.

Statistik lain yang dipublikasikan adalah bahwa merokok menyebabkan 85.000 kematiao per tahun di negara kita dari berbagai penyakit pulmoner, termasuk COPD serta pneumonia. Sejumlah perubahan dalam fungsi tubuh yang disebabkan oleh merokok memungkinkan terjadinya masalah paru-paru yang kronis. Merokok menyebabkan kerusakan meluas pada sistem pertahanan paru-paru. Perubahan ini juga memudahkan terjadinya penyakit paru-paru kronis.

Penyebab “Batuk Perokok

Bronkitis kronis adalah salah satu kondisi paru-paru yang terjadi di bawah pengaruh merokok. Penyakit ini tampaknya menjadi akibat iangsung dari dua efek merokok: kelumpuhan silia dan iritasi jaringan pelapis paru-paru. Anda akan ingat bahwa pada non perokok, silia mikroskopik membantu menjaga kebersihan paru-paru. Tetapi karena bahan kimia seperti formaldehide, sianida hidrogen, dioksida nitrogen, dan amonia, silia perokok dilumpuhkan. Yang membuat lebih buruk lagi, terdapat sejumlah bahan kimia pengganggu dalam asap tembakau yang menyebabkan paru-paru membuat lebih banyak lendir dan lendir yang lebih kental. Informasi lengkap seputar obat tradisional penyakit diabetes melitus yang efektif dapat di lihat di sini.

Merokok Menyebabkan Empisema

Meskipun bronkitis bisa membunuh, kerabatnya, empisema, biasanya lebih ditakuti. Empisema juga secara langsung berkaitan dengan perubahan yang disebabkan rokok. Sayangnya, banyak perokok tidak pernah menyadari bahwa mereka mengidap empisema sampai mereka mulai mengalami kesulitan bernapas. Pada saat itu banyak dari kerusakan telah terjadi. Begitu jaringan paru-paru hilang, tidak akan pernah bisa dibangun kembali.

Asma Diperburuk oleh Merokok

Asma seringkali dikelompokkan dengan penyakit paru kronis. Merokok juga sangat memperburuk asma. Kita telah melihat bahwa ini khususnya penting pada anak-anak yang mengidap asma, banyak yang seharusnya tidak pernah mengalami penyakit itu kalau saja mereka tidak terpapar dengan asap rokok. Untungnya, banyak efek paru-paru dari merokok bisa dipulihkan sama sekali. Jika pasien asma berhenti merokok, mereka segera mengangkat ke 4000 bahan kimia dalam asap tembakau yang telah memberikan stimulus kuat pada saiuran napas mereka yang mengencangkan dan mengganggu aliran udara.

Bronkitis kronis juga biasanya bisa dipulihkan jika seorang berhenti merokok cukup cepat. Bahkan banyak perokok berat jangka panjang dengan bronkitis kronis yang berhenti merokok akan melihat bronkitisnya lenyap dalam beberapa bulan setelah terbebas rokok. Akan tetapi, penting untuk berhenti merokok sekarang. Semakin lama seorang merokok, akan semakin besar kesempatan bronkitis kronis menjadi tidak terpulihkan lagi.

Dengan empisema, gambarannya tidak sebagus itu. Seperti telah disebutkan sebelumnya, begitu jaringan paru-paru dihancurkan ia tidak bisa dihasilkan kembali. Namun, ada kabar baik. Karena orang dengan empisema hampir selalu mempunyai beberapa komponen dari bronkitis kronis dan asma, biasanya bisa memperbaiki beberapa di antaranya bila mereka berhenti merokok. Perbaikannya bisa cukup banyak. Yang bahkan lebih penting lagi, ketika mereka berhenti merokok, mereka memelihara kehidupan, memperpanjang umur, dan meningkatkan kualitas hidup sambil menghentikan percepatan hilangnya fungsi paru-paru akibat merokok.

Anak dihukum seumur hidup dengan IQ lebih rendah karena ibu merokok

Merokok tidak hanya menurunkan IQ anak, tetapi bisa menyebabkan penderitaan dari otak lain dan masalah yang berkaitan dengan saraf. Di antara masalah yang dilaporkan pada anak yang ibunya merokok selama kehamilan terdapat tonus otot yang tidak normal, peningkatan tremor, dan masalah memproses suara (“perubahan dalam respons auditori atau pendengaran”). Mereka juga dibuktikan berkurang dalam kemampuan mengatasi informasi ruang.170 Faktanya, para peneliti dari Duke University sekarang mengatakan bahwa rokok mungkin lebih berbahaya pada anak yang belum lahir bahkan daripada kokain.lTr Apa gerangan yang diperbuat rokok sehingga menyebabkan efek mental dan sistem saraf yang begitu dalam? Tembakau melalui efeknya  yang luas pada pembuluh darah mengurangi persediaan oksigen dan bahan gizi kepada 1anin. 172 Terdapat juga indikasi bahwa ibu yang merokok sebenarnya mengurangi jumlah sel saraf otak pada janin yang berkembang.

Lebih Banyak Anak Bermasalah dari Ibu yang Merokok

Menurut penelitian baru-baru ini, perilaku anak juga bisa dipengaruhi oleh asap rokok setelah kelahiran, seperti dinyatakan dalam Gambar 34.u4 Asap yang dihirup bisa mempengaruhi otak anak kecil, dan sebagai akibatnya, juga mempengaruhi karakter. Penelitian ini mencoba dengan sangat hati-hati mencari faktor lain yang bisa mempengaruhi perilaku si anak. Para peneliti membuat kelonggaran statistikal untuk faktor semacam itu seperti ras si anak, usia, seks, dan berat badan lahir. Mereka juga menyertakan dalam pengukuran analisis statistik struktur keluarga, penghasilan, dan perceraian atau pemisahan. Faktor ibu juga ditelaah dan diperhitungkan. Secara spesifik mereka melihat pada pendidikan si ibu, kecerdasannya, perwujudan dirinya, status pekerjaan, kondisi kesehatan, dan penggunaan alkohol selama kehamilan.

Tim riset bahkan menggunakan skala khusus untuk mengukur kualitas lingkungan rumah. Kendati dengan semua upaya mereka untuk menjelaskan efeknya sebagai hasil sesuatu yang iain, ibu yang merokok setelah melahirkan masih muncul sebagai faktor kuat yang mempengaruhi perilaku . si anak. Statistik mengindikasikan sebuah hubungan sebab akibat meskipun alasan bahwa merokok menyebabkan perilaku buruk belum ditetapkan. Dalam masyarakat di mana masalah perilaku masa kanak-kanak sering menyebabkan kebingungan besar, kadang mungkin tidak benar menyalahkan kesulitan pada gaya mengasuh anak-kebiasaan orangtua yang merokok mungkin biang keladinya. Baca info detil seputar cara pengobatan penyakit diabetes melitus yang paling efektif hanya di sini.

Banyak Bayi Cacat dari lbu yang Merokok

Juga termasuk mata juling r6a dan bibir dan langit- langit mulut sumbing. Bibir sumbing seperti itu merupakan kelainan lahir yang paling umum. Kira-kira 13,5 persen populasi mempunyai kecenderungan genetik pada masalah semacam itu. Akan tetapi, jika ibu yang rentan secara genetik tidak merokok, risikonya mendapatkan anak dengan kelainan seperti itu hanya 20 persen lebih besar dari ibu tanpa kecenderungan genetik.

Tetapi bila wanita dengan gangguan gen merokok, risiko anaknya naik 500 persen. Sedihnya, begitu ia mendapati dirinya hamil mungkin sudah terlambat. Sebuah pene- Iitian John Hopkins menemukan bahwa, dalam banyak kasus, kerusakan telah terjadi sebelum wanita itu bahkan mengetahui kalau ia hamil. Ini memberikan informasi lain bagi semua wani ta usia beranak untuk berhenti merokok .

IQLebih Rendah di Antara Anak yang Ibunya Merokok

Gangguan mental merupakan akibat umum merokok selama kehamilan. Ketika kecerdasan diukur pada usia tiga sampai empat tahun, Intelligence quotients (IQ) lebih rendah di antara anak yang ibunya merokok selama kehamilan, seperti dinyatakan dalam Gambar 32.t66 Diperlukan hanya setengah bungkus sehari bagi wanita hamil untuk merusak IQbayinya. Penelitian lain memperlihatkan hasil yang sama. Sembilan poin dalam IQtampaknya tidak terialu banyak, tetapi ini bisa membuat perbedaan berarti.

Bagi mereka yang akrab dengan statistik, 15 poin merupakan penyimpangan satu standar dalam skala IQ, Oleh sebab itu klasifikasi inteligensia sedemikian rupa berubah-ubah berdasar pada kategori 15 poin, di mana pertengahan dua kategori lima belas poin dianggap rata-rata.t68 Skala IQdidata dalam Gambar 33. Skala ini menunjukkan bahwa seorang anak bisa beralih pada kategori inteligensia yang berubah sama sekali dengan pindah hanya sembilan poin. Tidaklah akurat menggunakan rata- rata statistikal sembilan poin ini dari data populasi untuk meramalkan dampak pada seorang anak mana pun.

Seorang anak mungkin ditetapkan 15 poin penurunan IQ sementara yang lain mungkin hanya mendapat sedikit penurunan. Namun, penurunan mana pun dalam IQ seorang anak tidaklah adil. Efek mental dari merokok bertahan sepanjang masa kanak-kanak-menyebabkan si anak mempunyai kapasitas mental yang lebih buruk daripada bila sebaliknya. Klik disini dan temukan informasi mengenai cara mengatasi gula darah tinggi yang paling efektif.

Banyak Keguguran di Antara Wanita Perokok

Berat badan lahir yang lebih rendah sudah bertahun-tahun diketahui akibat dari ibu yang merokok selama kehamilan. Meskipun ini mungkin terdengar sesuai dengan keinginan, ini sebenarnya meningkatkan risiko kelahiran mati dan komplikasi lain. keguguran lebih sering terjadi di antara wanita hamil yang merokok. Mengherankan bahwa efeknya terbawa pada putri perokok, akhirnya mempengaruhi generasi ketiga. Dr. Golding dari Institute o{ Child Health, University of Bristol U.K, telah mengindikasikan jumlah risi konya, ditunjukkan dalam Gambar 31. Efek merokok pada generasi mendatang lebih lanjut menggarisbawahi sangat perlunya membantu wanita melepaskan diri dari kecanduan nikotinnya.

Sang  janin tidak menginginkan terpapar pada asap ketika ibunya merokok. Akan tetapi, anak yang belum lahir bisa juga terpapar pada “asap ketiga.” Dalam situasi ini, wanita yang hamil bukan perokok, tetapi terpapar pada po- Iusi asap tembakau dari lingkungan. Maka, ia menyalurkan unsur rokok asap pada bayinya. Anak yang terpapar juga bertumbuh lebih lambatls7 dan cenderung dilahirkan lebih kecil.lsq lse Efek ini membuktikan potensi racun yang ditemukan dalam asap tembakau.

Banyak Kelahiran Mati yang Berkaitan dengan Tembakau

Sekalipun bila kita sisihkan pertimbangan ayah yang merokok dan sumber paparan janin dari “asap ketiga” lainnya, dampak pada bayi yang belum lahir masih luas lagi. Jika tidak ada wanita hamil di Amerika yang merokok, beribu- ribu jiwa akan diselamatkan. Statistik barubaru ini mengindikasikan bahwa tiap tahun di

Amerika terdapat 19.000 sampai 141.000 kelahiran mati sehubungan dengan tembakau.i60 Selain itu, terdapat efek cakupan luas lainnya dari ibu yang merokok: antara 32.000 dan 61.000 bayi dengan berat badan rendah; 14.000 sampai 25.000 bayi dirawat di unit perawatan intensif bayi baru lahir; dan 1.200 sampai 2.200 kematian dari SIDS.

Beberapa orangtua menganggap anak cacat lebih buruk dari kematian seorang anak. Mereka lebih suka kehilangan seorang anak daripada melahirkan anak yang cacat berat. Sedihnya, ketika seorang ibu merokok selama hamil, ia juga menempatkan anaknya pada peningkatan risiko cacat. Kelainan ini termasuk cacat utama seperti kehilangan anggota gerak badan.

Rokok harus dihentikan sebelum hamil

Bayi dari ibu yang merokok selama dan sesudah kehamilan tiga kali lebih mungkin menjadi korban daripada bayi non perokok. Sekalipun bila wanita itu berhenti merokok pada saat ia melahirkan, bayi yang telah terpapar pada rokoknya selama dalam kandungan dua kali lebih mungkin menjadi korban SIDS. Ya, menyingkirkan kebiasaan pada saat kelahiran mengurangi risiko, tetapi masih lebih besar daripada bayi dengan ibu yang tidak merokok. Riset yang dipublikasikan di British Medical Journal menyajikan penemuan serupa.

Dalam riset mereka, seorang ibu yang merokok selama kehamilan meningkatkan risiko anaknya mati karena SIDS sebelum usia delapan minggu. Risiko kematian naik sebanyak 55 persen untuk tiap 5 rokok per hari yang diisapnya.lae Yang menakjubkan, ayah yang merokok iustru merupakan faktor yang lebih kuat; akan tetapi, hasilnya hanya tampak pada bayi yang lebih tua dari 24 mirggu.

Tiap lima rokok yang diisap ayah esensinya menggandakan risiko tiga kali lipat anak mereka mengalami SIDS.tso Jelas, risiko SIDS tampaknya berhubungan baik pada orangtua yang merokok di sekitar bayi juga kebiasaan merokok selama konsepsi dan kehamilan. Pertimbangan ini menarik perhatian pada fakta bahwa orangtua yang merokok pertama kali memberikan efeknya pada anak-anak jauh sebelum mereka lahir. Kerusakan jenis lain yang bisa dilakukan pada seorang bayi yang ibunya merokok selama kehamilan didata dalam Gambar 30.

Risiko Kehamilan Tuba dari Merokok

Barangkali efek sebelum kelahiran paling dini dari merokok adalah peningkatan risiko kehamilan tubal.  Kehamilan tuba terjadi ketika telur yang dibuahi terperangkap dalam salah satu saluran yang mengarah dari indung telur menuju rahim. Kondisinya hampir selalu mengakibatkan kehilangan janin, tetapi juga membawa risiko kepada sang ibu. Di Amerika, kehamilan seperti itu merupakan penyebab utama kematian di awal kehamilan (trimester pertama). Yang menjadi persoalan penting, hampir empat kali lipat kejadian kehamilan di A.S saat ini daripada yang terjadi di tahun 1965.

Kondisinya terhitung penuh 13 persen dari semua kematian yang disebabkan kehamilan. Sebagian dari meningkatnya risiko kehamilan tuba mungkin karena fakta bahwa merokok meningkatkan risiko infeksi wanita yang disebut pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit peradangan tulang panggul. Baca informasi lengkap mengenai obat gula darah tinggi tradisional yang paling ampuh hanya di sini.

Bayi dan Anak-anak Dirusak oleh Rokok Pasif

Akan tetapi, dalam benak banyak orang, dampak emosi perokok pasif yang terbesar berasal dari kerusakan yang dilakukan pada anak-anak dan cucu-cucu kita, dengan beberapa terbawa pengaruh di seluruh kehidupannya.  Penelitian membuktikan bahwa bayi dan anak-anak terkena beberapa risiko tinggi dari asap pasif-dan statistik lebih menyedihkan daripada yang sebagian besar orang Amerika sadari. Misalnya, anak-anak yang orangtuanya merokok sedikitnya 10 rokok sehari kemungkinan mengidap asma, dan bila mereka mengembangkan penyakit itu kemungkinannya akan parah.

Risiko anak-anak terhadap asma bisa jadi tiga kali lipat dari asap rokok wanita.lao, 141 Perkiraannya adalah sampai 26.000 kasus baru asma anak berkembang tiap tahun dari penyebab ini sala. Anak-anak dari perokok aktif juga sering batuk, demam, sakit tenggorokan, infeksi telinga, dan tonsilektomi. Untuk anak-anak di bawah usia 18 bulan ada risiko khusus.

Tiap tahun dalam kelompok usia ini, asap orang lain menyebabkan sampai 300.000 infeksi pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia.las Sebanyak , 15.000 dari kasus ini memerlukan perawatan rumah sakit. Satu penelitian mengindikasikan bahwa tiap lima rokok sehari, yang diisap seorang ibu, masalah risiko anak-anaknya dengan pneumonia dan bronkitis melonjak 2,5 sampai 3,5 persen.la5 Yang menambah permasalahannya adalah fakta bahwa paparan masa kanak-kanak bisa secara permanen meningkatkan risiko teriadinya empisema saat dewasa.

OrangTua Merokok dan Sindrom Kematian Mendadak Bayi (SIDS)

Namun begitu, barangkali yang lebih menakutkan adalah statistik bahwa bayi yang terpapar pada asap tembakau dua kali kemungkinan mati karena SIDS-“Sudden Infant Death Syndrome.” Hubungan antara ibu yang merokok dan kematian bayi diuraikan dalam Gambar 29.

Sindrom kematian bayi mendadak terjadi pada bayi sehat. Segala sesuatu tentang anak itu tampak normal. Ibu dan si bayi terikat dengan baik; ia begitu bahagia dengan bayinya. Si anak diletakkan di dalam tempat tidur, saat bayi tertidur; ketika si ibu kembali ke tempat tidur bayi itu pada jam biasa terbangun, sang bayi telah meninggal dunia. Rasa sakit dan penderitaan orangtua tak terbayangkan pedihnya dengan kematian semacam itu. Baca informasi lengkap seputar diabetes dan obat tradisional penyakit diabetes kering yang ampuh hanya di sini.

Satu kelompok kanker yang meningkat secara menyolok adalah kanker hematopoietic

Mengingat penelitian yang dipublikasikan oleh National Cancer Institute, paparan asap pada masa kanak-kanak dan remaja hampir dua kali kerasnya peningkatan risiko kanker sebagaimana paparan pada orang dewasa. Laporan yang bahkan lebih mengerikan lagi dipublikasikan oleh Dr. Daie Sandler dan koleganya di National Institute of Enviromental Health. Riset mereka mengindikasikan bahwa paparan masa kanak-kanak terhadap asap rokok orang tua (baik di dalam rahim maupun setelah ke. lahiran) meningkatkan risiko kanker bertahuntahun kemudian ketika anak itu sudah menjadi orang dewasa. Ini adalah kanker dari jaringan pembentuk darah dan termasuk leukemia.

Jika salah satu orangtua merokok, risiko kanker merusak ini melonjak 70 persen. Akan tetapi, ketika kedua orangtua merokok, risikonya naik 350 Persen. Ketika semua kanker ditelaah, risiko sesungguhnya lebih besar jika sang ayah merokok daripada bila si ibu yang merokok. Risiko kanker meningkat sebanyak 50 persen.

Riset lain telah memperlihatkan bahwa anak-anak yang ibunya merokok selama kehamilan berada pada risiko tinggi terkena kanker masa kanak-kanak.138 Yang menarik adalah, biia ayah si anak (bukan ibunya) merokok, si anak tambah berisiko terhadap kanker otak.l3e Setelah penemuan ini dan efek berbahaya lainnya dari asap rokok, warga di seluruh negara kita memberlakukan undang-undang larangan merokok di restoran, pesawat terbang, dan tempat kerja. Lagipula, masyarakat umum beralasan, siapa yang mempunyai hak membahayakan kesehatan orang sekitar yang tak bersalah dengan menyalakan sebatang rokok? Tindakan semacam itu merupakan salah satu dari “penyalahgunaan.”

Terjaga dengan semua perhatian yang diarahkan pada merokok pasif sebuah kartun di surat kabar menggambarkan seekor kuda tidur terlentang di sebuah tempat tidur rumah sakit. Hewan itu sakit dan kurus kerempeng. Ia sedang mendapat pengobatan melalui vena yang disebut “kemoterapi.” Bacaan di bawah karikatur itu berbunyi “tahun-tahun bersama Pria Marlboro.” Kuda itu adalah korban dari tuannya yang merokok-korban paparan merokok pasif. Rokok membunuh jauh lebih banyak orang  karena penyakit jantung dan kanker daripada masalah kesehatan lainnya. Sama halnya, jika kita melihat pada perokok pasif banyak korban terjerat dengan dua pembunuh mematikan ini.

PEMERIKSAAN – PEMERIKSAAN ANGGOTA GERAK

Pemeriksaan lengan dan tungkai dalam rangka pemeriksaan klinis umum meliputi (1) inspeksi, (2) palpasi, (3) menguji pergerakan dan kekuatan otot, (4) menguji gerakan koordinasi, (5) menguji sensibilitas dan (6) memeriksa refleks2.

  • INSPEKSI ANGGOTA GERAK

Inspeksi anggota gerak adalah penting sekali. Dalam praktek perhatian pemeriksa waktu melakukan inspeksi ditujukan kepada berbagai aspek secara menyeluruh dan dalam waktu yang singkat. Di bawah ini akan dibahas berbagai aspek tersebut.

KULIT ANGGOTA GERAK

lkterus dini dapat dikenal pada skrera mata dengan mudah, akan tetapi juga pada telapak tangan gejala itu tampak dengan jelas. penyakit sirosis hepatik seringkali menimbulkan bercak ke-merah2an pada kulit telapak tangan terutama pada daerah hipotenar dan tenar. Dengan istilah lnggris tanda itu dinamakan “liverpalm”. Kulit telapak tangan yang berwarna oranye dijumpai pada orang yang suka dan banyak makan wortel. Kulit ujung jari tangan dan kaki yang berwarna ungu (sianosis) atau pucat putih menandakan adanya gangguan vaskuler atau kardiovaskuler (penyakit Raynaud atau tetralogi Fallot).

Purpura dan petekhie yaitu perdarahan kecil2 di bawah kurit merupakan gejala hemoragia akibat berbagai penyakit seperti infeksi virus, leukemia, infeksi hati, defisiensi vitamin c, alergi obat (kortikosteroid), endokarditis bakterialis subakuta, uremia dan berbagai penyakit yang melumpuhkan proses eritropoesis. Purpura terutama terdapat pada kulit anggota gerak bagian distal, akan tetapi bisa juga terjadi pada mukosa dan organ2 dalam seperti ginjal, otak, paru dan sebagainya. Bercak2 merah pada kurit yang sedikit menimbur dan agak nyeri, umumnya dijumpai pada tungkai, terutama pada kulit yang menutupi tibia dan dikenal sebagai eritema nodosum. Kelainan kulit ini merupakan manifestasi berbagai penyakit seperti sarkoidosis, infeksi streptokokus, tuberkulosis dan alergi obat2.

Perobahan warna kulit setempat yang menjadi merah coklat atau putih seperti panu dapat ditemukan pada kulit tangan, lengan dan tungkai serta kaki. Apabila perobahan kulit itu disertai atrofi otot dan kontraktur jari2  hendaknya sensibilitas diperiksa dengan teliti oleh karena kemungkinan terdapatnya M. Hansen adalah besar. Klik disini dan temukan informasi seputar obat herbal diabetes melitus