Reaksi-reaksi aglutinasi digunakan untuk identifikasi kuman dan menentukan jenis sel darah merah

Reaksi aglutinasi terjadi pula dengan lekosit dan trombosit dan bahkan dengan spermatozoa dalam kasus-kasus kemandulan laki-laki yang disebabkan oleh aglutinin sperma. Karena kepekaannya dan mudahnya, maka tes aglutinasi telah diperluas untuk identifikasi antibodi terhadap antigen-antigen yang dapat larut, yang telah menutupi pelbagai tipe butiran secara buaran. Sel-sel darah merah banyak dipakai untuk itu, karena dapat ditutupi dengan obat diabet herbal protein-protein setelah permukaannya dimodifikasi dahulu dengan asam ranar atau kromium klorida, atau dengan penggunaan langsung peranrara-perantara hubungan silang dwifungsi seperti bisdiazobenzidina. Sel-sel darah merah kalkun yang besar dan cepat mengendap, makin banyak digunakan untuk tujuan ini.

pengantar-imunoasai-22-638Tes aglutinasi biasanya dilakukan dalam lekukan-lekukan nampan plastik, sehingga sel-sel yang mengendap pada dasar lekukan dapat diamati (Gambar 5.15); ini merupakan indikator yang lebih peka dari pada penggumpalan makroskopik. Butiran-butiran lembam seperti bentonit dan lateks polietiren telah pula ditutupi dengan antigen untuk reaksi-re.aksi aglutinasi terutama yang dipakai untuk menemukan faktor-faktor rheumatoid (Gambar 5.17).  Bila dua tipe sel berlainan, yang memiliki satu anrigen permukaan yang sama, dicampur bersama antibodi, akan terlihat suaru reaksi “aglutinasi campuran”. Dengan cara ini, adanya antigen Golongan A dapat diperlihatkan pada permukaan sel-sel terrenru manusia yang dibiak, karena antigen tersebut memberikan hasil aglutinasi campuran dengan sel-sel darah merah golongan A pada penambahan anti-A.

Bila pada hubungan silang antara antigen protein multivalen dengan antibodi terjadi presipitasi, maka hubungan silang sel-sel atau butir-butir besar dengan antibodi terhadap anrigen permukaannya akan menimbulkan aglutinasi. Karena sebagian besar sel-sel bermuatan listrik, maka diperlukan sejumlah tertentu antibodi untuk menjadi penghubung antara dua sel sebelum daya tolak antara sesama sel diatasi. Dengan demikian aglutinasi sel-sel yang hanya mengandung sejumlah kecil penentu mungkin sukar tercapai kecuali bila digunakan metode-metode khusus seperti pemakaian reagen antiglobulin. Demikian pula aviditas yang lebih tinggi dari antibodi IgM multivalen, bila dibandingkan dengan IgG (lihat hal. 42), menyebabkan antibodi IgM multivalen lebih efektif sebagai penyebab aglutinasi untuk tiap molekul.

Penyakit otoimun yang spontan

autoimunSuatu keturunan anak-anak ayam (telah) diketahui berkembang kearah tiroiditis dengan otoantibodi-otoantibodi tiroglobulin yang akhirnya menyebabkan kekurangan tiroid. Perubahan-perubahan ini dapat dicegah dengan bursektomi neonatus tetapi tidak dengan timektomi, timbul kesan kemungkinan bahwa antibodi-antibodi tiroid itu terutama diikutsertakan dalam menimbulkan kelainan-kelainan jaringan. Keturunan mencit yang terkenal sekarang, New Tealand Hitam (NZH), secara tetap menjadi suatu anemia hemolitik otoimun dengan percobaan-percobaan Coombs positif (penggumpalan eritrosit-eritrosit yang diselubungi antibodi oleh suatu serum antiglobulin). Penyakit itu dapat ditimbulkan pada NZH dengan memindahkan sel-sel limpa dari suaru Coombs positif si pemberi memperlihatkan bahwa ini adalah pembentukan antiBodi-antibodi sel darah merah yang menyebabkan pendeknya daya tahan eritrosit dan mengakibatkan anemia.

Suatu bagian besar dari mencit-mencit ini, dan terutama persilangannya dengan New Zealand Putih yang dihubungkan secara sebagian (H x P F1), mempunyai obat luka untuk penyakit diabetes antibodi-antibodi antinuklear yang beredar, dapat memberi suatu percobaan sel-LE yang positif (bandingkan dengan LES hal. 302) dan mempunyai suatu kompleks imun yang merangsang timbulnya glomerulonefritis. Penyakit ginjal itu d.apat dipindahkan pada mencit-mencit NZH muda yang tak dipengaruhi dengan sel-sel limfoid (terutama bila si penerima pertama-tama diimunosupresikan) tampatnya pasti bahwa kelainan-kelainan ini ditimbulkan secara imunologik. Butir-butir virus secara terarur tampak dalam jaringan dan ia telah memberi kesan bahwa mereka bertanggung jawab untuk insidens yang tinggi dari tumor-tumor limfoid pada mencit-mencit ini dan untuk pembentukan otoantibodi-otoantibodi; komplekskompleks ginjal mengandqng ADN dan terdapat antigen virus (bandingkan dengan hal. 314).

Hasil-hasil ini akan dipersarukan dengan penemuan antibodi-antibodi penghambat secara fungsional terhadap reseptor-reseptor asetilkolin pada penyakit manusia, dan pembentukan suatu gejala miastenik percobaan pada kelinci-kelinci dengan imunisasi reseptor murni dari belut listrik. Kemampuan yang unggul dari adjuvan Freund untuk mempertinggi timbulnya penyakit otbalergik percobaan tergantung pada beberapa faktor yang bekerja bersama-sama: perubahan antigen, perangsangan penolong-penolong T dan (lebih mengherankan) pengendalian supresor-supresor T. Walaupun sifat yang tepat dari kejadian-kejadian itu menyebabkan pengrusakan jaringan telah diperhatikan sekarang, ini jelas sekali bahwa pancingan dari suatu keadaan otoalergik yang disengaja dapat menyebabkan kelainankelainan yang mirip seperti yang tampak pada penyakit organkhusus otoimun manusia dan menambah berat pada dugaan bahwa kejadian-kejadian imunologik secara langsung bertanggung jawab pada perjalanan penyakit kelainan-kelainan ini.

Penyakit pada otoalergik percobaan

obat-bersin-bersinJika binatang-binatang disuntik dengan ekstrak-ekstrak organ tertentu. yang diemulsi dalam minyak yang mengandung kuman tuberkulosa (seperti pada adjuvan Freund yang lengkap), otoantibodi- otoantibodi, dan kelainan-kelainan peradangan yang merusak khusus untuk organ dipergunakan untuk obat herbal diabetes tipe 1 hasil imlunisasi. jadi, Rose dan Vitebsky menemukan bahwa kelinci-kelinci yang mendapat tiroglobulin kelinci dalam adjuvan Freund membentuk antiboidi-antibodi terhadap tiroglobulin dan tiroiditis termasuk serbuan ke kelanjar oleh sel-sel mononuklear dari bentuk-bentuk limfositik dan histiositik dengan pengrusakan susunan folikular normal. Secara histologik ada banyak hal-hal yang sama antara kerainan otoalergik percobaan dan tiroiditis otoimun manusia seperti tampak pada penyakit Hashimoto dan miksedema primer (gambar 9.17).

Dalam beberapa penyelidikan terdahulu di bidang ini tampak bahwa penyuntikan jaringan saraf pusat menimbulkan ensefalomLlitis dan kelumpuhan pada monyet dan marmor; searah dengan ensefalitis setelah vaksinasi rabies adalah jelas selarna vaksin ltu mengandung ekstrak-ekstrak otak, dan perbandingan-perbandingan yang mempunyai harapan baik dengan multipel sklerosis telah dibuat. Kelainan-kelainan yang sama dapar ditimbulkan pada adrenal (bandingkan dengan atrofi adrinal idiopatik Addison), testis (contoh pada orkitis granulomatosa), dan lambung (bandingkan dengan gastritis atrofik dari anemia pernisiosa).

Glomerulus yang heterolog merangsang pembentukan otoantibodi-otoantibodi membrana basalis glomerulus yang terpusar dalam ginjal tuan rumah akan menyebabkan glomerulonefritis berat (bentuk Steblay) sangat mirip dengan yang terlihat pada sindroma Goodpasture. Penyakit percobaan itu biasanya dapat dipindahkan pada binatang-binatang singeneik oleh sel-sel limfoid si pemberi yang diimunisasi dan kadang-kadang oleh serum. Pada kasus orkitis otoalergik percobaan, suatu kerja sama antara hipersensitivitas berperantaraan sel dan antibodi dikenal pada penyelidikanpenyelidikan yang bergantian.

Kelainan-kelainan dari penghantaran neuromuskular serupa yang terlihat pada miastenia gravis bersama dengan otoantibodiotoantibodi otot dapat ditimbulkan pada marmor-marmot oleh otot atau timus dalam adjuvan Freund. Karena perubahan-perubahan neuromuskular ini tidak diperhatikan ketika percobaan-percobaan yang sama diadakan pada-brang dewasa tanpa timus meskipun antibodi-antibodi yang sama dibentuk, Goldberg mengemukakan pendapat itu, secara bebas disokong oleh penyelidikan-penyelidikan histologik, bahwa kelainan pokok pada miastenia gravis adalah suatu reaksi otoimun dengan timus sebagai sasaran, melepaskan suatu faktor pelarut di mana bertindak sebagai suatu penghambat penghantaran neuromuskular.

Antigen pencangkokan mayor menjalankan suatu fungsi pengenalan

Sel-sel dari suatu jaringan yang diberikan mempunyai beberapa mekanisme di mana mereka mengenal satu sama lain. Sebagai contoh, sel-sel ginjal yang tersebar dalam perbenihan bersama-sama dengan lepotosit cenderung untuk bergabung kembali satu sama lain. Proses pengenalan dan perlekatan ini dapat dihubungkan melalui pengobatan tradisional diabetes antigen-antigen permukaan jaringan-khusus yang mungkin dihubungkan atau bagian dari molekul-molekul yang mengandung antigen-antigen pencangkokan utama. Dalam keadaan ini patut diingat kemungkinan kerja antigen-antigen itu yang ditandai oleh tempat T7t (di mana gambarnya mendekati H-2; Gambar 8.4) dalam perbedaan dan penggantiannya secara perlahan-lahan oleh H-2 selama ontogeni.

nda ini

Penyelidikan yang luas sekali mengenai KHU menghubungkan pengenalan antigen-antigen yang bergantung pada timus telah ditemukan adanya gen-gen bagian I tampaknya tanda untuk molekul-molekul. Ia dengan kekhususan untuk pembawa faktorfaktor penentu (calon-calon untuk reseptor T?) yang juga mengatur hubungan antara sel-sel yang bekerja sama dalam reaksi pembawa-hapten. Jadi makin baik kerja sama antara limfosit-T dan -B dan makin baik pemberian tanda dasar dari sel-sel-T oleh makrofaga-makrofaga antigen-pulsed mengambil bagian bila sel-sel yang berinteraksi menanggung paling sedikit satu haplotipe KHU.

Sebagai tambahan pada tempat I di kromosom 17, tempat M yang cukup terpisah pada kromosom 1 mencit, diberi tanda Fla kuat seperti ditunjukkan oleh reaksi campuran limfosit, dan menurut pokok dari suatu hubungan dengan sistem pengenalan, ini menggembirakan untuk diperhatikan bahwa suatu gen mengatur kerentanan pada peta-peta infeksi Leismania dqkat sekitarnya. Besar artinya penemuan baru-baru ini cara KHU digunakan oleh tubuh untuk mengenal sel-sel yang terinfeksi dengan virus (bandingkan dengan hal 229). Jika saya boleh menyegarkan pikiran Anda, pembaca yang baik, sel-sel-T sitotoksik yang ditimbulkan oleh virus yang mengubah kumpulan antigen dari sel permukaan hanya akan mematikan sel-sel sasaran yang terinfeksi dengan virus itu, apabila mereka bersama-sama memakai penenruan antigenantigen KHU secara serologik yang sama. Sebagai contoh, sel-sel sitotoksik timbul dari haplotipe H-zd seekop mencit yang terinfeksi dengan virus koriomeningitis limfositik (LCM) akan mematikan sel-sel H-2d yangterinfeksi LCM tetapi bukan H-2k (Gambar 8.15a).

Beberapa masalah umum imunisasi

haduhh

Program imunisasi yang giat dari kesehatan masyarakat telah berhasil menekan penyakit-penyakit seperti difteri, cacar, dan polio dari  beberapa darah. Dingan penggunaan vaksin-vaksin tertentu dalam   jumlah yang sangat sedikit sekali, tetapi masih dapat menimbulkan risiko timbulrrya komplikasi seperti encephalitis setelah imunisasi rabies atau cacar. Pemakaian vaksin-vaksin virus hidup menimbulkan kemungkinan asam nukleatnya tercampur ke dalam genom tuan rumah atau galur tersebut berubah kembali menjadi benruk virulen, meskipun untuk beberapa keadaan yang ringan masih dapat diatasi dengan pemberian suntikan serum-anri yang sesuai. pada beberapa penyakit seperri hepatitis virus dan kanker, karena adanya bahaya dalam pemakaian virus hidup ini maka tidak terpikirkan pemakaian obat herbal diabetes mellitus vaksin-vaksin tersebut.

Secara umum dapat- dikatakan bahwa kemungkinan timbulnya komplikasi harus seimbang dengan perbaikan penyakit yang dapat diharapkan. Bila hal ini hanya kecil sekali (minimal) maka banyak orang yang akan lebiir suka menghindari vaksinasi umum dan lebih mengandalkan pada imunisasi pasif untuk memperoleh perlindungan yang diperlukan pada daerah yang terjangkit penyakit. Sebelum penyuntikdn kuman hidup perlu diketahui apakah anak-anak itu tidak menderita imunodefisiensi; seseorang dingan reaktivitas sel-T yang dirusak dapat kewalahan oleh karenaiuntikan BCG dan meninggal. Berapa besar risiko pada anak-anak dengan defisiensi tidak penuh (partial) saar ini sedang diuji.

Kekhawatiran terhadap imunisasi dengan virus timbul pada biakan jaringan ginjal monyet dengan virus-virus simian yang kemungkinan besar adalah onkogenik; SV – 40, misalnya diketahui menyebabkan transformasi sel-sel manusia pada perbenihan. Perhatian yang lebih besar diberikan pada penggunaan lapisan-lapisan sel diploid manusia untuk pemeliharaan virus dengan harapan bahwa ini akan membatasi kemungkinan kontaminasi virus onkogenik. Harus diingat bahwa kesukaran untuk memproduksi vaksin virus-virus saluran pernafasan yang adekuat disebabkan oleh banyaknya varian-varian anrigenik yang timbul. Persoalgn karena adanya persaingan dari beberapa anrigen yang digunakan bersamasama dalam vaksin ganda dan kemungkinan perbedian pengaruh antibodi yang beraSal dari ibu telah dibicarakan pada bab-bab sebelum ini. Hal ini tidaklah mengijutkan di kemudian hari, bahwa kekurangan salah satu dari faktor-faktor tersebut mungkin menyebabkan seseorang mendapat infeksi ulangan.

Selama proses fagositosis terjadi pelepasan sedikit-sedikit bahan yang berasal dari lisosom

Polipeptida-polipeptida basal, sebagai contoh, merangsang reaksi peradangan akut dengan menaikkan permeabilitas pembuluh darah, transudasi protein-protein serum dan pengeluaran sel-sel darah putih dari pembuluh darah secara diapedesis. Pelepasan zat pirogen endogenus dari sel-sel polimorf dapat menjelaskan, setidak-tidaknya sebagian, mengenai denam yang sering menyertai suatu infeksi. Dengan demikian jelaslah bahwa obat diabetes melitus sel-sel fagosit mempunyai suatu daya antimikrobial yang ampuh, tetapi pasukan bersenjata yang hebat ini tidak berkutik sebelum jalan ke arah fagositosis terbuka sebagai perangkap untuk jasad renik yang berhasil melewati jalan masuk tubuh. Tubuh telah mengatasi persoalan ini melalui evolusi selama beberapa juta tahun dengan santai yaitu dengan cara mengembangkan sistem komplemen.

Fagositosis-400x281

PERANAN KOMPLEMEN

Sebagaimana telah kita paparkan pada Bab 5, permukaan karbohidrat-karbohidrat beberapa jenis kuman dapat bereaksi dengan suatu faktor pencerus dan mengaktifkan metabolisma komplemen jalan alternatif, dengan demikian dapat dibangkitkan aktivasi C3 konvertasa melalui serangkaian kerja beitingkat beberapa enzim. Konvertasa memecah C3 menghasilkan C3b yang akin melekat pada.permukaan kuman, dan peptida kecil C3a dapat memberi penjelasan yang kita perlukan melalui kemampuannya menarik sel-sel polimorf (C5a yang juga dihasilkan kimudian mempunyai kemampuan serupa, bandingkan dengan hal. 162).

Sel-sel polimorf terdorong gerak kemotaktik C3a sehingga sel-sel itu bertemu dengan kuman yang telah terbungkus C3b dan dengan mujur karena ad,anya reseptor-reseptor C3b pada permukaannya maka kuman tersebut akan diserang oleh sel-sel polimorf. Pembentukan C3a dan C5a (anafilatoksin) mempunyai cabang lebih lanjut melalui kerjanya pada mastosit yang melepas histamin dan menyebabkan transudasi komponen-komponen komplemen serta pergerakan sel-sel polimorf dari pembuluh-pembuluh darah setempat ke jaringan di sekitarnya (Gambar 7.3).

Bila perlekatan kepada permukaan fagosit telah berhasil dengan baik, maka permulaan tahap pencernaan tinggal menunggu rangsangan terhadap sel tersebut yang ditimbulkan oleh pertemuannya dengan jasad renik itu. Mengagumkan – tetapi apa yang terjadi seandainya jasad renik itu tidak mempunyai susunan fisik dan kimia yang memungkinkan terjadinya baik (a) mengaktifkan komplemen melalui jalan alternatif ataupun (b) mampu merangsang pencernaan fagositik? Sekali lagi badaq membuat penyelesaian yang cerdik: mempunyai muslihat berupa satu molekul adaptor variabel.

Biasanya perkusi dilakukan dari atas ke bawah mula -mula pada garis midclavicularis

Kemudian berturut-turut mengikuti garisaxillaris anterior, mid-axillaris, axillaris posterior dan garis scapuliris padi kedua sisi.Suara perkusi diperiksa baik terpisah maupun. setjara perbandingan antaratempat’tempat jang sesuai pada kedua sisi. Dengan djalan perkusi pada thoraxtidak semua proses didalam rongga thorax dapat ditemukin. Adanla kelainandalam paru jang penampangnja lebih ketjil dari 2_3 cm tidak akan menimbulkan perubahan pada perkusi. Tjairan bebas dalam rongga pleura mungkin tidakmenjebabkan kelainan pada perkusi ketjuali bila diumiahn3a lebih oari 25! zoo – 9c. Tetapi harus diingat bahwa effusi pleura jang minimal bisa diketahuimelalui perubahan pada perkusi dan freinitus lami sJbelum kelainan ini bisa dikenal setjara rontgenologis.

Suara Perkusi

Suara perkusi jang dianggap normal adalah suara perkusi (s.p.) r e s o n a n,jang bunjinja seperti kata “dug-dug-dug”. Beladjarlah mengenal suara perkusiresonan pada diri sendiri atau pada diri kawan anda sehingga dapat mengenalnjadengan baik.

Suara perkusi iang mendiadi lebih resonan

(a) Suara perkusi sangat resonan. S.p. ini dinamakan s.p. tympani ataus.p.menggendang. Bunjinja adalah seperti utjapan “dang-dang’dang”.S.p. tympani menandakan bahwa dibawah tempat jang diperkusi terdapatpenimbunan udara seperti pada pneumothorax dan kavitasi dekat permukaanparu.

(b)Suara perkusi jang agak menggendang (“dung-dung-dung”) dinamakan s.p.sub-tympani. Suara ini dapat disamakan dengan s.p. jang terdengar bilakita melakukan perkusi pada kotak kosong. S.p. subtympani dapat didengardjika rongga pleura mengandung udara sedangkan djaringan paru terdorong kearatr hilus atau djika kita melakukan perkusi diatas batas penimbunan tjairan didalam pleura.

(c)Suara perkusi jang lebih resonan daripada biasa akan tetapi belum sampai mendjadi sub-tympani dinamakan s.p. hyperresonan (“dengdeng’deng’) Kita dapat menghafalkan s.p. ini dengan djalan melakukan perkusi padadiri sendiri atau pada kavran waktu inspirasi dalam. S.p. hyper’resonan di dapati pada orang jang menderita emphysema atau pneumothorax ringan. Informasi seputar obat alami untuk mengatasi kencing manis rekomendasi dokter kesehatan dunia dapat di lihat di sini

Daerah antara kedua clavicula dan daerah antara scapulafremitus vokal terasa lebih keras dari pada ditempat-tempat lain

Oleh karena permukaan thorax didaerah-daerah tenebut letaknja lebih dekat pada bronchus.Fremitus vokal jang djelas mengeras dapat disebabkan oleh :

(l) Konsolidasi paru seperti pada pneumonia lobaris, tuberculosa caseosa pulmonum, infar0tiopulrnonum dan tumor paru. Pengerasan fremitus vokal ini terdjadi karena pendjalaran getaran suara dari larynx kepermukaan thorax dipermudah olehdjaringan paru jang mendjadi padat.

(2) Atelectasis atau kolaps paru dengan bronchus jang utuh dan tidak tersumbat.

(3) Kavitasi jang letaknja dekat permukaan paru. Fremitus vokal mendjadi lemah atau hilang sama sekali djika :

(l) Rongga pleura terisi air, darah, nanah atau udara atau djaringan pleura jang mendjadi tebal,

(2) Bronchus tersumbat,

(3) Djaringan paru tidak elastis lagi (emphysema),

(4) Paru mendjadi fibrotis dan

(5) Ada caverne didalam paru djauh dari permukaannja.Getaran jang terasa oleh tangan pemeriksa dapat djuga ditimbulkan olehdahak dalam bronchus jang bergetar pada waktu inspirasi dan ekspirasi,atau oleh pergeseran antara kedua membran pleura pada pleuritis.

PERKUSI

Gunanja perkusi pada dinding thorax adalah untuk menentukan batas dan keadaan paru. Tjara melakukan perkusi adalah sebagai berikut.Kita letakkan phalanx terachir dan sebagian dari phalanx kedua djari tengahtangan kiri pada tempat jang hendak diperkusi. Qari’djari lainnja dan telapaktangan kiri tidak boleh melekat pada tempat itu. Dengan udjung djari tengahtangan kanan kita mengetuk djari tengah tangan kiri jang diletakkan padapermukaan thorax itu. Dalam hal itu

(a) tangan kanan sama sekali tidak dile’takkan pada thorax,

(b) djari tengah tangan kanan dilengkungkan,

(c) gerakanmengetuk dikendalikan oleh tangan jang berpusat pada pergelangan tangan sepertipemain piano mengetuk tuts piano, dan

(d) begitu ketukan selesai dikerdjakan,djari tengah tangan kanan diangkat sehingga tidak terletak pada djari tengah tangan kiri atau tempatjang sedang diperkusi.

Biasanja kita-mengetuk dua atau tiga kali pada tiap tempat jang diperkusi. Perkusi pada thorax dilakukan dengan pasien seding ariouti, Serdiri ut”uberbaring. sedapat mungkin dilakukan pada pasien dalam posisi dudukatau berdiri, ketjuali djika pasien sangat lemah atau dalam lieadaan sakitkeras- Pendjelasannja ialah bahwa suara perkusi tidak dapat dibandingkan bilasatu bagan dari thorax bebas sedang bagian lainnja bersindar pada kisur atautempat bersandar lainja. Klik link berikut http://obatkencingmanisalami.com/obat-tradisional-kencing-manis-yang-ampuh/ dan segera tmukan solusi efektif menuntaskan diabetes melitus.

Memeriksa tanda-tanda yang menggambarkan Penyakit Jantung dan Aorta

Denjutan apex djantung  jang sudatr diperiksa dengan inspeksi hendaknja dipalpasi djuga. Tempat denjutirn ini depat tergeser kemedial atau kelateteral.Tanda ini bersama dengan tergesernja trachea menandakan penggeseran mediastinum, baik karena pendorongan oleh tumor maupun oleh tarikan akibat fibrosis. Mengenai tanda2 jang mentjerminkan krilainan pada djantung dan aorta, pembatja dipersilahkan untuk mempeladjarinja pada fasal pemeriksaan susunan kardiovaskuler.

Memeriksa tanda-tanda yang mencerminkan kelainan pada paru

Dengan palpasi dapat kita meneliti gerakan dinding thorax waktu inspirasidan ekspirasi. Ijaranja addah sebagai berikut. Pasien diminta duduk atau berbaring.Mula2 kita melakukan palpasi pada bagian depan.

Kita letakkan keduatangan pada dada pasien sedemikian rupa hingga kedu ibu djari pemeriksa terletak dipris tengph diatas sternum. Akibatnja kedua tangan itu akan ikut bergerak dengdn inspirasi dan ekspirasi. Dengan tjara ini dapatlah kitamenilai baik buruknja pergerakan rongga thorax.

Pemeriksaan ini dapat djuga dilakukan dari belakang dengan meletakkan kedua tangan kita pada kedua sisi tulang belakang. Dalam hal itu kedua ibu djari pemeriksa berada digaris te -ngah diatas tulang belakang.Djika pada puntjak paru terdapat fibrosis, proses tuberculosa atau suatutumor maka pengembangan bagian atas thorax tidak akan ditemukan.Dengan tehnik palpasi jang sama kita dapat memeriksa keadaan paru bagian tenph dan bawah.Tanda lain jang didapat dengan palpasi dan menundjukkan adanja kelainan pada paru ialah getaran suara atau fremitus vokaljaitu getaran jang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa jang diletakkan pada dada pasien waktu ia mengutjapkan kata-kata.

Fremitus vocal

Getaran suara pasien disalurkan dari larynx kepermukaan thorax melalui trachea, bronchi dan paru. Tjara melakukan pemeriksaan fremitus vokalini adalah sebagai berikut. Pemeriksa meletakkan telapak tangan atau tepilateral telapak tangan pada berbagai tempat didinding thorax sambil pasien mengutjapkan berulang-ulang “satu, dua, tiga”. Dalam hal itu dapat kita rasakan getaran pada telapak tangan. Fremitus vokal diperiksa pada selurtrh thorax sambil memperbandingkan bagian kanan dan kiri. Umumnja fremitus vokal lebih mudah dirasakan pada pria daripada wanitaoleh karcna suara pria lebih besar dan dalam. Djuga terdapat perbedaansedikit antara sisi kanan dan kiri jaitu pada thorax sisi kiri fremitus vokallebih lemah daripada sisi kanan karena bronchus sisi kanan lebih besar.