Krim Pemutih Wajah Yang Aman Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui

Krim Pemutih Wajah Yang Aman Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui – Semua orang tentunya menginginkan kulit wajah yang putih, halus, bersinar, dan bebas dari jerawat khususnya bagi kaum hawa. Dan untuk saat ini Ibu hamilpun ternyata juga kurang percaya diri apabila tidak menggunakan cream wajah.

krim untuk ibu hamil

Selain akan tampil kurang prima wajah menjadi terlihat lebih gemuk, kusam dan segalanya yang membuat wajah menjadi kurang terlihat baik. Tentunya anda sudah tahu bahwa ketika hamil tak boleh sembarangan menggunakan cream wajah harus yang aman dan tidak menimbulkan efek samping apapun terlebil jika masih dalam keadaan hamil muda.

Dibawah ini merupakan perawatan kulit wajah yang kami rekomendasikan yang bisa menjadi pilihan ibu hamil yang ingin merawat wajah secara aman. Untuk mengetahui lebih jelas hendaknya mengetahui beberapa tips untuk memilih cream wajah yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Tips memilih cream wajah yang aman untuk ibu hamil dan menyusui

1. Hindarilah Kandungan Bahan Berbahaya Pada Cream
Bagi anda yang ingin memakai kosmetik dengan bentuk cream sebaiknya menggunakan kosmetik yang aman. Terlebih bagi anda yang sedang mengandung dan menyusui harus memastikan apakah aman produk yang digunakan. Anda perlu memeriksa kandungan yang ada pada wadah cream tersebut. Jika anda merasa ada kandungan mercury, hydroquinon, retinol dan masih banyak lainnya berarti produk ini adalah jenis produk yang berbahaya dan sebaiknya harus dihindari. Hal ini karena mengandung bahan berbahaya untuk kulit dan dapat merusak kulit. Ketika anda tidak sedang dalam kondisi hamil dan menyusui saja berbahaya terlebih jika pada saat kondisi hamil dan menyusui. Apabila anda menggunakan kosmetik yang mengandung zat berbahaya bisa saja zat itu masuk kedalam lapisan kulit sehingga bisa berpengaruh kepada air susu dan kondisi kehamilan anda. Dengan menghindari krim yang berbahan tersebut maka anda bisa mendapatkan Krim Pemutih Wajah Yang Aman Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui yang anda impikan.

2. Konsultasikan Pada Ahli Kesehatan
Sebaiknya anda konsultasikan dulu kedokter atau ahli kesehatan lainnya apakah bahan tersebut aman atau malah bisa membahayakan anda. Jika ahli kesehatan yang Anda konsultasikan mengatakan tidak baik maka sebaiknya gantikan dengan cream yang aman. Jika Anda masih ragu maka anda bisa minta rekomendasi kosmetik yang berbentuk cream yang aman untuk digunakan selama masa kehamilan dan menyusui. Anda bisa mencari referensi – refensi melalui website tentang Krim Pemutih Wajah Yang Aman Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui atau bahkan anda bisa sharing dengan teman anda tentang bagaimana memilih cream wajah untuk ibu hamil yang baik dan benar.

3. Mengandung Bahan Alami
Kami menyarankan untuk memakai cream yang mengandung bahan alami, karena bahan alami tidak akan berbahaya bagi ibu hamil dan menyusui. Kandungan bahan yang alami akan ramah lingkungan dan membuat wajah menjadi lebih berseri dan juga cantik karena nutrisi yang diberikan dari bahan alami tersebut. Akan tetapi anda juga harus tetap waspada jika membelli produk kecantikan dengan label alami. Anda harus benar – benar teliti dan jeli dan mencari banyak mencari referensi bagai mana memilih produk kecantikan untuk ibu hamil dengan benar.
Dan pastikan produk cream wajah untuk ibu hamil yang anda pilih sudah berPOM agar terjahin mutu dan kualitasnya.

4. Bersertifikasi
Apabila produk cream itu aman pastinya akan mencantumkan nomor keamanan dari BPOM. Kalau sudah terdaftar diBPOM pastinya sudah teruji keamannya dan sudah terbebas dari bahan – bahan yang berbahaya. Namun jangan Anda tertipu terkadang kode BPOM tertera namun sebenarnya tidak terdaftar untuk itu perlu dicurigai. Maka sebaiknya pastikan melalui internet atau telepon agar lebih jelas dan keaman ketika digunakan. Karena semakin trend produk kosmetiknya maka semakin banyak pula oknum – oknum yang memanfaatkan moment, dengan menjual produk palsu agar mendapatkan hasil yang banyak.

5. Testimoni Yang Sudah Menggunakan
Anda bisa juga mengetahuinya secara langsung dari testimony yang telah diberikan baik langsung atau dari website. Alangkah baiknya Anda meminta rekomendasi produk yang telah menggunakannya agar lebih aman dan terjamin kualitasnya mengenai produk tersebut. Atau mungkin anda bisa mencari referensi cream wajah untuk ibu hamil dari teman anda yang sudah mencoba memakainya dan mendapatkan hasil seperti yan g anda inginkan.

Semoga artikel dari kami di atas tentang tips Krim Pemutih Wajah Yang Aman Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui,dapat membantu anda yang sedang mencari referensi tentang cream wajah untuk ibu hamil atau bahkan bisa juga menjadi referensi bagi anda yang saat ini tengah dalam keadan hamil muda dan selalu ingin tampil cantik juga fresh. Terimakasih semoga dapat bermanfaat. Selamat mencoba tips dari kami.

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Tradisional Atau Alami

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Tradisional Atau Alami – Judul ini adalah artikel untuk membantu anda untuk mengatasi masalah jerawat,kami telah menyiapkan secara ekslusif untuk anda. Kami sebelumnya telah membahas apa itu jerawat, apa yang menjadi penyebab jerawat dan bagaimana cara mengatasi jerawat serta menghilangkan bekas jerawat anda.

mehilangkan bekas jerawat dengan cara alami

Bekas jerawat yang ada pada wajah anda sebenarnya adalah proses penyembuhan serta perbaikan jaringan kulit anda. Selama proses ini berlangsung kulit akan memproduksi kolage yakni sebuah zat yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan kulit. Kelebihan produksi colagen pada kulit dapat mengakibatkan kulit menjadi terangkat dan menimbulkan flek serta bintik-bintik hitam. Sedangkan saat terjadi kekurangan colagen maka kulit menjadi berlubang. Sehingga kelebihan atau kekurangan kolagen pada saat perbaikan jaringan kulit ternyata menjadi masalah. Oleh karena itu anda membutuhkan solusi baru untuk menghilangkan jerawat anda secara alami dengan mudah dan cepat.

Bekas jerawat sendiri sebenarnya dapat hilang sendiri beberapa bulan setelah jerawat sembuh. Akan tetapi kita bisa mempercepatnya dengan penyembuhan. Ada yang menggunakan obat-obatan dan ada juga yang menggunakan cara alami. Cara mengobati jerawat secara alami menjadi salah satu cara yang paling tidak beresiko yang bisa dicoba oleh siapa saja, selain itu hal ini tak memerlukan banyak uang.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Tradisional Atau Alami

Berikut merupakan bahan-bahan alami yang bisa menghilangkan bekas jerawat anda secara efektif yang bisa anda lakukan :

1. Lidah Buaya
Lidah buaya ini mengandung vitamin yang dibutuhkan untuk mengatasi luka serta bekas jerawat.
Selain itu gel dari lidah buaya ini juga dapat menyehatkan kulit wajah anda . Cara pemakainya cukup mudah, potong dan peras lidah buaya kemudian oleskan keseluruh wajah anda dengan cara dipijit-pijit secara ringan sampai benar-benar meresap kekulit dan diamkan selama kurang lebih 30 menit, setelah itu bilas dengan air bersih atau air hangat.

2. Jeruk Nipis
Jeruk nipis bisa anda pergunakan untuk menghilangkan bekas jerawat secara tradisional berfungsi untuk mengatasi bekas luka dan bisa meremajakan kulit wajah karena kandungan asam alpha hidroksi alami (AHA).Cara pemakaiannya adalah dengan memeras air jeruk nipis lalu bisa di oleskan pada wajah anda sampai merata dan diamkan selama 15 menit, setelah itu bilas dengan air bersih. Lakukan dengan cara ini rutin minimal 3 kali dalam 1 minggu.

3. Menggunakan Madu
Madu bisa juga digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat secara tradisional berfungsi untuk mengatasi masalah jerawat dan juga bisa menghilangkan bekasnya. Madu yang juga memiliki fungsi sebagai pelembab alami. Zat di dalam madu ini memiliki sifat antibakteri sehingga dapat menetralisir zat-zat yang ada pada kulit wajah serta dapat mengurangi peradangan. Cara pakainya adalah dengan cara mengoleskannya langsung pada wajah yang berjerawat atau sebaiknya seluruh wajah. Dan jangan lupa pastikan madu yang anda pakai adalah madu alami bukanlah madu olahan pabrik.

4. Menggunakan Minyak Zaitun
Minyak zaitun juga dapat digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat secara tradisional. Caranya anda bisa mengoleskan minyak zaitun pada wajah sebelum tidur dan di pagi hari.

5. Menggunakan Tomat
Tomat juga bisa kita gunakan unutk menghilangkan bekas jerawat secara tradisional,hal itu dikarenakan buah tomat memiliki kandungan vitamin A dan C. Sehingga mempunyai banyak khasiat khususnya untuk kulit wajah serta mempercepat penyembuhan bekas luka. Cara pemakaiannya cukup potong tomat tipis-tipis kemudian tempelkan pada wajah yang memiliki bekas jerawat dan diamkan sekitar 25-30 menit, setelah itu bisa di bilas menggunakan air bersih. Lakukan secara rutin seminggu 3 kali agar bekas jerawat cepat hilang.

6. Menggunakan Es Batu Dari Teh Hijau
The hijau bisa kita gunakan untuk menghilangkan bekas jerawat secara tradisional karena the hijau sendiri memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat melengkapi efek dingin pada es. Untuk caranya sendiri sediakan the hijau lalu jadikanlah es batu dengan cara memasukanya kedalam freezer. Anda bisa menggunakan es batu dari teh hijau dengan cara mengoleskannya pada wajah selama 1 atau 2 menit hingga kulit terasa mati rasa.

7. Menggunakan Mentimun
Mentimun sendiri mengandung Vitamin A dan C serta Magnesium yang bagus untuk kulit wajah. Cara pakainya masih sama seperti tomat yaitu diiris tipis kemudian tempelkan pada wajah yang berjerawat dan diamkan hingga 20-30 menit kemudian bisa dibilas dengan air bersih. Lakukan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bekas jerawat cepat hilang.

Demikianlah beberapa cara menghilangkan bekas jerawat secara alami cepat dan mudah yang dapat anda coba dirumah. Selain untuk menghemat biaya juga tidak beresiko karena semuanya menggunakan bahan-bahan alami yang memiliki khasiat yang tak diragukan lagi. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat. Terimakasih

9 Tips Mengobati Herpes Zoster Secara Alami Dan Terbukti

9 tips alami mengobati herpes zoster

Tips Pengobatan Herpes Zoster Secara Alami Dan Terbukti  – Apakah Anda mencari beberapa metode alami untuk mengobati ruam herpes zoster ruam yang terjadi di seluruh tubuh Anda? Jika ya, maka artikel ini menawarkan beberapa solusi alami yang mudah dan efektif untuk menyingkirkan ruam serta gejala lain dari kondisi ini. Continue reading 9 Tips Mengobati Herpes Zoster Secara Alami Dan Terbukti

3 Penyebab Munculnya Penyakit Kulit Herpes

Apa Penyebab Herpes Muncul?
Dari 25 atau lebih penyakit herpes yang dikenal, delapan diantaranya dapat menginfeksi manusia, menurut Merck Manual. Yang paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi herpes pada manusia diantaranya adalah cacar, herpes genital dan herpes oral.

penyebab herpes

Di masing-masing tiga penyakit ini, virus akan masuk ke sistem saraf dan memasuki keadaan hibernasi, atau latency. Dalam kondisi tertentu, virus dapat mengaktifkan diri kembali dan menyebabkan kekambuhan. Continue reading 3 Penyebab Munculnya Penyakit Kulit Herpes

Beberapa cara untuk mengetahui jenis kelamin anak ayam (DOC)

Beberapa cara untuk mengetahui jenis kelamin anak ayam (DOC)

Jika anda mengikuti artikel kami yang berjudul Petunjuk Memulai Usaha dari DOC dengan Sukses pastinya anda sudah merasakan hasilnya nah untuk artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang sudah kami syer sebelumnya untuk tahap ini posisi peternak sudah memiliki anak ayam atasu DOC pastinya kerepotan bukan untuk memilih mana anakan ayam yang berjenis kelamin jantan maupun yang berjenis kelamin betina berikut ini adalah perbedaan DOC jantan dan betina :

Membedakan Jenis Kelamim DOC Secara Fisik

Perbedaan fisik DOC jantan dengan betina sebagai berikut.

  • Anak ayam jantan berbadan lebih besar, padat, tinggi, dan gagah. Jenggernya tumbuh lebih tegas, besar, bergerigi jelas. Matanya lebih besar dan bercahaya. Kakinya lebih besar, lebih kuat, dan kokoh. Bulu ekornya lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan bulu ekor bagian badan lainnya. Gerak-gerik yang jantan lebih gesit. Suaranya lebih nyaring.
  • Anak ayam betina lebih pendek badannya. Jenggernya pendek dan tipis. Kakinya pendek dan kecil. Bulu badannya tumbuh merata. Gerak-geriknya kurang lincah, suaranya kurang nyaring.

Cara paling akurat untuk membedakan DOC jantan dengan betina sebetulnya adalah dengan menggunakan chick tester yang menggunakan listrik.

Membedakan Jenis Kelamin DOC dengan Menggunakan Cincin Emas

Satu hal menarik yang penulis temukan dari hasil percobaan bertahun-tahun, ada suatu cara atau metode pemeriksaan DOC untuk membedakan jenis kelaminnya dengan cara sederhana, tetapi memiliki akurasi atau ketepatan seratus persen. Kelebihannya adalah dengan cara ini menyeleksi jenis kelamin DOC tidak perlu dilakukan oleh orang yang ahli dalam mengamati kloaka atau ciri fisik. Caranya cukup dengan menggantungkan cincin emas seberat 0,5 gram dengan benang. Cincin emas tersebut digantung di atas telur atau DOC yang akan dipcriksa jenis kelaminnya

Ketika melakukan pemeriksaan, benang tidak boleh disandarkan ke benda-benda apa pun. Ujung bagian atas benang harus dipegang dengan jari, dan cincin emasnya menggantung ke arah telur atau DOC. Cara mengetahui jenis kelamin adalah dengan melihat arah gerakan cincin emas.

Bila cincin bergerak melingkar, mulai perlahan sampai bertambah melingkar, dapat dipastikan bahwa jenis kelamin embrio dalam telur atau DOC yang diperiksa adalah jantan. Bila cincin emas mengayun satu arah, jenis kelamin embrio atau DOC adalah betina. Bila cincin setelah digantung beberapa saat, tidak bereaksi atau bergerak, telur dipastikan tidak memiliki benih atau gagal ditetaskan.

Pemeriksaan cara ini bisa dilakukan supaya telur berembrio wanita lebih banyak ditetaskan, supaya tidak tertipu oleh penjual, atau supaya DOC yang dijual adalah betina dan sedikit jantan jenis kelamin DOC yang kita jual sesuai dengan pesanan.

Petunjuk Memulai Usaha dari DOC dengan Sukses

Petunjuk Memulai Usaha dari DOC dengan Sukses

Memulai usaha dari DOC paling banyak dilakukan orang untuk mengembangbiakan ayam arab dan pocin. Cara ini sebenarnya merupakan langkah lanjutan dari memelira induk atau menetaskan telur namun banyak hal yang membuat Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas usahakan cari refrensi mengenai hal yang menyebabkan gagal menetas. Hal-hal penting yang harus di ketahui dalam usaha dengan cara ini meliputi hal-hal berikut.

  • Pemilihan DOC betina.
  • Pemeliharaan dengan induk buatan.
  • Pemeliharaan DOC di kandang boks saat berumur 0-6 hari.
  • Pemeliharaan DOC di kandang boks saat berumur 7-12 hari.
  • Pemeliharaan anak ayam di kandang postal saat berumur 13 hari sampai 2 hulan.
  • Pengcnalan terhadap kasus kematian dini pada anak ayam.
  • Pemeliharaan anak ayam lepas sapih sejak berumur 3 bulan.

Cara Memilih DOC Betina

Istilah DOC digunakan untuk menamai anak ayam berumur 1 hari sampai 2 minggu. DOC dipindahkan dari alat tetas setelah bulunya kering dan siap dipelihara di kandang pemeliharaan. DOC betina harus dipisahkan dari DOC jantan. Semakin cepat dipisahkan akan semakin bagus. Soalnya, DOC betina bisa-bisa tidak kebagian makan karena bersaing dengan DOC jantan yang makannya lebih rakus. Membedakan DOC betina dengan DOC jantan ada dua cara. Pertama, dengan melihat cm fisik. Kedua, dengan melihat jenis kelaminnya. Melihat jenis kelamin ini bisa dilakukan dengan membuka kloaka. Cara ini dilakukan setelah DOC berumur beberapa hari. DOC jantan memiliki titik hitam memanjang bulat seperti butiran beras. DOC betina hanya memiliki tanda berbentuk garis. Melihat kloaka bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Peganglah anak ayam dengan tangan kanan.
  • Jepitlah lcher dengan jari tengah dan jari manis tangan kiri.
  • Arahkan badan dan kepalanya ke bawah perut. Perut bagian bawah diraba dengan ibu jari dan jari kelingking kiri.
  • Tekuklah punggung sampai kotoran ayam keluar.
  • Tekanlah bagian bawah anus, lalu taruhlah telunjuk tangan kanan di anus.
  • Bukalah lubang anus sampai bagian dalamnya menonjol keluar.
  • Perhatikan ciri-ciri yang terdapat di kloaka itu.

Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas

Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas – Apa pun jenis atau merek mesin tetas untuk hasilnya juga tergantung dengan kualiatas telurnya jika kita sudah mengetahui bagaimana cara menetaskan telur ayam arab dan pocin dengan baik pastinya kegagalan penetasan akan berkurang, selama di perhatikan dengan baik, hasil tetasannya selalu akan bagus jika . Artinya, jika prinsip kerja mesin dilakukan mendekati penetasan dengan induk ayam atau itik, seharusnya tidak ada permasalahan yang berarti seperti gagalnya telur menetas.

Penyebab Telur Ayam Arab dan Pocin Gagal Menetas

Jika telur gagal menetas atau tidak menetas serempak di dalam mesin tetas, kemungkinan penyebabnya sebagai berikut.

  • Telur berasal dari induk yang tidak sama umurnya.
  • Penyebaran panas di dalam mesin tidak merata.
  • Telur tetas beragam ukuran dan umurnya.

DOC yang terlalu kecil dan lemah kemungkinan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

  • DOC berasal dari telur yang kecil dan dari induk muda.
  • Suhu dalam mesin terlalu tinggi dan kelembapannya rendah.

Jika telur banyak yang mati atau gagal menetas semua, kemungkinan penyebabnya hal-hal sebagai berikut.

  • Induk kekurangan vitamin E dan vitamin B12
  • Penyimpanan telur lebih dari 3 minggu.
  • Kondisi mesin tetas tidak sesuai dengan pertumbuhan embrio, misalnya suhu terlalu panas atau terlalu dingin, fluktuasi sering terjadi akibat listrik sering mati, atau penggunaan lampu minyak tanah yang tidak terkontrol

Cara Melihat Embrio pada Telur
Cara mengetahui embrio yang masih hidup adalah dengan melihat bagian tengah kuning telurya. Lihatlah kuning telumya, apakah terdapat tirik berwarna merah yang dikelilingi gambaan serat rambut berwarna merah atau tidak.
Jika tidak ada ciri tersebut, dan kuning telur dikelilingi warna hitam, berarti embrio telah mati sehingga sudah dipastikan akan gagal menetas. Ciri ini akan tampak jika telur diteropong. Juga akan tampak denyutan jantung yang ada di dalam telur.
Embrio yang mati akan menampakkan ritik hitam di tengah kuning telur. Selain itu, kuning telur dikelilingi oleh selaput berwarna hitam.

Cara Mengatur Suhu Pada Mesin Tetas Agar Tidak Gagal Dalam Menetaskan Telur
Suhu pada mesin penetas telur bebek atau ayam bisa diatur dengan cara sebagai berikut.

  • Aturlah suhu pada hari ke-1 sampai ke-7 pada kisaran 101°F; pada hari kc-8 sampai ke-14 pada kisaran 102°F; pada hari ke-15 sampai ke-19 pada kisaran 1U3°F; dan selanjutnya pada kisaran 104°F.
  • Tutuplah ventilasi pada hari ke-1 sampai hari ke-3, kemudian pada hari ke-19 dan ke-20. Pada hari ke-4, ventilasi dibuka 1/4 bagian, pada hari ke-5, dibuka 1/3 bagian, pada hari ke-6 terbuka separuh, dan pada hari ke-7 sampai ke-18 terbuka penuh.

Agar telur menetas dengan baik sehingga mengurangi kegagalan, lakukan langkah-langkah berikut.

  • Putarlah telur pada hari ke-3 sampai ke-18, pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00.
  • Dinginkan telur pada hari ke-4 sampai ke-18, pada pukul 07.00.
  • Teroponglah telur pada hari ke-7 dan ke-18.

Pada hari ke-21 telur menetas. DOC’. jangan buru-buru dipindahkan ke kandang pembesaran. Biarkan dulu bulu-bulunya mengering. Pada keesokan harinya, baru dipindahkitn ke kandang pembesaran (postal).

Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

Karena ayam arab dan ayam pocin tidak memiliki sifat mengeram, penetasan telur dilakukan dengan cara buatan atau dengan mesin tetas. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur dan sekarang kita akan membahas mengenai cara menetaskan telurnya. Dalam penetasan buatan, alat tetas yang digunakan biasanya memanfaatkan lampu listrik atau lampu minyak tanah sebagai sumber panas. Daya tampung alat tetas berbeda-beda, ada yang besar ada juga yang kecil. Dalam menggunakan alat tetas ini harus diperhatikan kebutuhan air, kelembapan, temperatur, pemutaran telur, pendinginan, dan peneropongan telur. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

  • Kelembapan ideal yang harus direrapkan berkisar antara 60-70%. Jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebab bisa mematikan embrio di dalam telur. Untuk menjaga kelembapan, beberapa hal sebagai berikut harus diperhatikan.
  1. Pertahankan kekonstanan temperarur alat tetas.
  2. Atur ventilasi alat tetas.
  3. Tambahkan air dalam nampan jika volume air menyusut.
  4. Berikan sehelai kain atau kapas yang ditata merata pada dasar nampan agar kelembapan merata.
  5. Gunakan selalu higrometer untuk mengetahui kelembapan.
  • Temperatur harus selalu dijaga dengan baik. usahakan suhu berada pada kisaran 38-40°C (101-105°F). Supaya suhu terjamin, alat tetas harus berada dalam keadaan tertutup, kecuali bagian ventilasinya bervariasi.
  • Putar telur agar panas yang diterima merata. Ietak telur harus selalu berada dalam keadaan miring (40°) dengan ujung tumpul berada di atas. Untuk memudahkan pemutaran, bidang telur diberi tanda, misalnya A, B, atau C di salah satu sisinya, sehingga diketahui bagian mana yang belum diputar. Pemutaran itu sendiri mulai dilakukan pada usia hari ke-4 penetasan dan dihentikan pada hari ke-19. Pemutaran dilakukan horisontal, sehingga bagian tumpulnya tetap di atas. Pada mesin tetas jenis lain, pemutaran bisa dilakukan dengan cara mengatur keminngan rak karena sistem pemutaran sudah dibuat.
  • Pendinginan telur dilakukan dua kali selama masa penetasan, yaitu dimulai pada hari ke-4 dan dihentikan pada hari ke-19. Pendinginan dilakukan selama 15 menit, sama dengan induk ayam ketika turun makan dan minum.
  • Peneropongan telur harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya embrio yang mati. Peneropongan bisa dilakukan pada hari ke-14 dan ke-18. Telur yang mati harus segera dikeluarkan agar tidak mencemari yang lain. Soalnya, telur mati biasanya menimbulkan amoniak dan C02 yang bisa mengganggu telur hidup. Peneropongan bisa dilakukan dengan menggunakan gulungan kertas yang diarahkan ke tempat terang atau lampu.

 

Bagaimana Cara Menetaskan Telur ayam arab dan pocin dengan Baik

Karena ayam arab dan ayam pocin tidak memiliki sifat mengeram, penetasan telur dilakukan dengan cara buatan atau dengan mesin tetas. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang Panduan Pemula untuk Memulai Usaha Penetasan Telur dan sekarang kita akan membahas mengenai cara menetaskan telurnya. Dalam penetasan buatan, alat tetas yang digunakan biasanya memanfaatkan lampu listrik atau lampu minyak tanah sebagai sumber panas. Daya tampung alat tetas berbeda-beda, ada yang besar ada juga yang kecil. Dalam menggunakan alat tetas ini harus diperhatikan kebutuhan air, kelembapan, temperatur, pemutaran telur, pendinginan, dan peneropongan telur. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut

  • Kelembapan ideal yang harus direrapkan berkisar antara 60-70%. Jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebab bisa mematikan embrio di dalam telur. Untuk menjaga kelembapan, beberapa hal sebagai berikut harus diperhatikan.
  1. Pertahankan kekonstanan temperarur alat tetas.
  2. Atur ventilasi alat tetas.
  3. Tambahkan air dalam nampan jika volume air menyusut.
  4. Berikan sehelai kain atau kapas yang ditata merata pada dasar nampan agar kelembapan merata.
  5. Gunakan selalu higrometer untuk mengetahui kelembapan.
  • Temperatur harus selalu dijaga dengan baik. usahakan suhu berada pada kisaran 38-40°C (101-105°F). Supaya suhu terjamin, alat tetas harus berada dalam keadaan tertutup, kecuali bagian ventilasinya bervariasi.
  • Putar telur agar panas yang diterima merata. Ietak telur harus selalu berada dalam keadaan miring (40°) dengan ujung tumpul berada di atas. Untuk memudahkan pemutaran, bidang telur diberi tanda, misalnya A, B, atau C di salah satu sisinya, sehingga diketahui bagian mana yang belum diputar. Pemutaran itu sendiri mulai dilakukan pada usia hari ke-4 penetasan dan dihentikan pada hari ke-19. Pemutaran dilakukan horisontal, sehingga bagian tumpulnya tetap di atas. Pada mesin tetas jenis lain, pemutaran bisa dilakukan dengan cara mengatur keminngan rak karena sistem pemutaran sudah dibuat.
  • Pendinginan telur dilakukan dua kali selama masa penetasan, yaitu dimulai pada hari ke-4 dan dihentikan pada hari ke-19. Pendinginan dilakukan selama 15 menit, sama dengan induk ayam ketika turun makan dan minum.
  • Peneropongan telur harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya embrio yang mati. Peneropongan bisa dilakukan pada hari ke-14 dan ke-18. Telur yang mati harus segera dikeluarkan agar tidak mencemari yang lain. Soalnya, telur mati biasanya menimbulkan amoniak dan C02 yang bisa mengganggu telur hidup. Peneropongan bisa dilakukan dengan menggunakan gulungan kertas yang diarahkan ke tempat terang atau lampu.